Showing posts with label articles by vadis. Show all posts
Showing posts with label articles by vadis. Show all posts

Friday, April 14, 2017

Mahir Berbahasa Cara Musafir



ENAM JALUR MUSAFIR

Sulit belajar bahasa tertentu? Sudah mencoba berbagai metode dan tak kunjung fasih? Sering lupa kata-kata yang telah dihapal? Cenderung menghindari orang-orang, media atau apapun yang tak menggunakan bahasa yang tidak kita kuasai?

The Pilgrim's Way berbagi enam jalur ampuh untuk mempelajari suatu bahasa dengan tepat guna dan berhasil guna. Silakan memilih jalur-jalur yang paling sesuai.

1. Jalur Lingkungan
Bergaullah dengan orang-orang yang sering bicara dan menulis dengan bahasa yang ingin kita pelajari, terutama keluarga, teman, pacar dan/atau pasangan. Makin sering kita berinteraksi dengan mereka, makin banyak pula kita melatih bahasa tersebut. Gunakanlah waktu bersosialisasi sambil belajar bahasa, bagai menyelam sambil minum air.

2. Jalur Media
Saat mendengar lagu, menonton film, membaca buku atau semacamnya dalam bahasa yang ingin kita pelajari, berusahalah memahami arti kata-kata yang diucapkan atau yang tertulis. Bisa lewat menerjemahkan lirik lagu, ringkasan film atau buku dengan kamus. Bila telah menguasai dasar bahasanya, kita tinggal mencari kata-kata sulit saja. Salin itu di satu tempat, misalnya ponsel pintar atau buku catatan. Bila kosa kata kita cukup banyak, kita tak perlu sering menggunakan subtitel, menerjemahkan lirik atau mencari kata-kata sulit di kamus lagi.

3. Jalur Keseharian
Cobalah praktekkan bahasa yang ingin kita pelajari dalam percakapan sehari-hari. Keluarga adalah teman bicara terbaik dan paling sering bicara dengan kita. Tak perlu malu mengajak mereka untuk bicara dalam bahasa yang ingin kita pelajari, lagipula mereka bisa ikut berlatih bahasa tersebut pula. Pilihan kedua tentu saja teman atau pacar. Kalau perlu kita berinteraksi dengan guru bahasa yang jelas-jelas menguasai bahasa yang ingin kita pelajari tersebut dengan baik.

4. Jalur Pikiran
Cobalah berpikir dalam bahasa yang ingin kita pelajari. Karena pikiran bersifat pribadi, tak apa bila banyak salah atau menggunakan "bahasa gado-gado" pada awalnya. Kita tak perlu selalu atau memaksa diri berpikir dengan bahasa lain yang belum tentu nyaman bagi kita. Bila kita sedang ingin berlatih atau mencoba, cobalah. Makin sering berpikir dalam bahasa yang ingin kita pelajari, makin terlatih pula kita.

5. Jalur Prioritas
Manfaatkanlah setiap kesempatan yang ada untuk mempelajari suatu bahasa. Misalnya, cobalah mencari dan mengutamakan media-media berbahasa yang ingin kita pelajari. Yang jelas, itu tak akan mengurangi rasa nasionalisme atau kefasihan bahasa utama atau bahasa ibu kita. Alangkah baiknya bila kita menguasai berbagai bahasa secara berimbang.

6. Jalur Bertahap
Belajarlah bahasa secara bertahap. Cobalah yang mudah dulu, baru meningkat ke tahapan-tahapan lebih lanjut. Tak perlu malu membeli atau meminjam buku-buku bacaan untuk atau versi anak-anak atau remaja. Misalnya, novel terkenal berjudul The Adventures of Huckleberry Finn karya Mark Twain versi anak-anak dan remaja lebih ringkas dan lebih mudah dibaca daripada versi penuhnya.
Bila kita ingin merambah seluruh enam jalur di atas, kita bisa memilih untuk belajar suatu bahasa dengan lebih intensif dan lebih terarah dengan bantuan guru bahasa, baik di sekolah, di kursus atau les privat. Pilihlah guru yang berdedikasi sekuat tenaga untuk membantu kita melalui enam jalur belajar bahasa itu. Pilihlah guru yang bukan guru semata-mata, melainkan juga bagai sahabat karib dan mitra terpercaya, seorang musafir pemandu melalui enam jalur dan tahapan-tahapan yang ada untuk membuka jendela dunia bagi kita lewat bahasa.


The Pilgrim | English Tutorship

Andry Chang, Tutor
HP/WA: 0816-4827618
E-Mail: vadisworld@gmail.com
TW/IG: @evernade

Sunday, August 05, 2012

MERDEKA! Vadis for Freedom!



Fan Art oleh Andry Chang
Kiri: Mey Lan menarikan Tari Gambyong, mengobarkan semangat Pluralisme.
Kanan: Si Unyil dengan jurus pencak silat, menggambarkan generasi muda yang tangguh.

Happy Indonesian Independence Day!
Aug 17, 1945 - Aug 17, 2012
May our nation be forever prosperous and peaceful.

Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia!
Semoga negeri kita tetap damai dan jaya.

Vadisworld.blogspot.com
Fireheart-vadis.blogspot.com
Fantasindo.blogspot.com
And all Vadis Channels

Monday, October 26, 2009

PestaBlogger 2009 - What-A-Blast!


Hmm... Just got a blast from my visit to Pesta Blogger 2009 (Blogger Party)
(www.pestablogger.com) in SMESCO Building, Jakarta, Indonesia - October 24, 2009
I came alone and met a few old pals, some fellow bloggers I recognized and new people; all
Well-educated, thoughtful people who like to express their thoughts as freely and as responsibly as possible.
Once again, once a year the lots shebangs of them gather here in one place - from cities and islands outside Jakarta, outside Java throughout the nation.

I met some great guys and gals in PestaBlogger 2009 and these are their blogs / webs:

Pamantyo - www.dagdigdug.com
Myrna - www.urbanesia.com
Brook W. Ross - www.educationusa.com

Enda Nasution - www.politikana.com
Shinta - www.bubu.com
Ir. Yahya Kurniawan - www.yahyakurniawan.net

Univind web development - www.univind.com
Ryan Koesuma - www.ryankoesuma.com - www.twitter.com/ryankoesuma
Ibnu Andhika - www.ibnuandhika.com

Intero Real Estate Services, San Francisco - www.johnoei.com
provoknation - www.i.provoknation.com

Ogilvy Public Relations Worldwide - www.ogilvypr.com
Andi - www.plasa.com
Rieka Riananda - www.diatasawam.com - http://anakbangsa.web.id
Septi - www.DesignFavour.com - www.stateoftheword.com
Nopy (nopy_pr-at-yahoo-com) - http://dunianopy.com - http://bokorkencana.com
Dewanto (uncle_goop) - www.unclegoop.com
Yohanes - www.tristit.com

Didats - www.didats.net
Distro Kementrian Design Republik Indonesia - www.kdri.web.id - www.distrokdri.com
Puty - www.byputy.com

TERAPIKOMIK
www.zulhaq.com
http://212notes.wordpress.com
www.satusisi.com
www.macangadungan.com
www.gandiwibowo.web.id

And lots and lots more!

Last but not least, a very Firehearting talk with the two famous faces:
Maylaffayza the Violinist - http://maylaffayza.multiply.com - http://maylaffayza.blogspot.com
Ramaditya - http://ramaditya.multiply.com


Omg, I even forgot to take pics and take 'em properly!
Sorry, Pandji, 'twas just too much crowd...


Also, a unique performance by radio dj and rapper - Pandji (www.pandji.com)
Well, I thought if ever he's paired with Saykoji in a rap battle... who'll get the most applauses?

The thing that fills my brain the most was the breakout session I chose:
Driving Skills for Life by Ford Fund (Ford Motor Company)
Let's say it's a lesson for life, to be mature on the road.
To be more responsible and save lives at the same time.
Maybe I'll tell more about it in my following posts.

You want to be a hero? You don't have to be in a battle or anything like it.
Just be a defensive, responsible driver and you'll save lives and be a hero for your own, your family, friends and society.

All in all, it has been fruitful, it was a blast from ten to five, and I'm sure to come again
in PestaBlogger 2010. In the mean time, let's get in touch online, friends! Let's get blogging (and blogwalking!) - BJ Vadis

Friday, August 07, 2009

The Passion of Mbah Surip







I bet not too many foreigners know this man, Mbah Surip (Real Name: Surip Arianto) He was a street artist, later a full-fledged musician. With a simple song (perhaps too simple) that turned out to be a one-hit-wonder.

For some people, the song "Tak Gendong (Carry You Around)" is no more than a joke. But for so many others, it is a relief, a simplicity to all the complications, the distressful crisis and the culture shift that deprives our nation, Indonesia from the passion to realize our dreams and reach for the stars.

Most people nowadays are too busy with their jobs, which is - in one way - the best source of income, throwing away the need for "crazy" passion and dream, and many more are so indulged with shebangs of audio-visual entertainment that made them too lazy to create motion pictures in their minds, that is, to imagine.

And then, Mbah Surip came in the right momentum with the right hit, in the right time, the right place, BAMM! And he scored!

As he has mentioned, Mbah Surip was also a regular "working machine" in his youth and decided to follow the Rastavarian dreams later in life. His star shone quite late, in his age of 60, but alas! He left us so suddenly, succumbed to heart attack. He was gone too soon, died the similar way to Michael Jackson and his good friend the poet WS Rendra followed him to the afterlife soon after. He left us all before I have a chance to meet the man who realized his dreams.

Well, I wonder how much longer people will remember this flash of wonder. Nonetheless, what I can Identify with Mbah Surip is that I shared his passion - in my own way, in the project I summarized in www.fireheart.tk. That's why I need to write this down, to record this in my blogs to remind myself (and hopefully many others) to reach for the stars and not leaving our daily job (or vice versa: doing our daily job and spare some time to follow our dreams).

As for myself, yes, I'm a dreamer. I started out just in time of need of a family of my own and neglected that need just for that very passion. Unlike Mbah Surip, my momentum hasn't come yet, due to the circumstances I've mentioned earlier. Maybe that momentum will come when I'm old or long after I die, but I must go on. I can't stop dreaming. I can't stop improving my skills, breaking my boundaries and Mbah Surip's passion inspirited, inspired me even further.

That's why so many Indonesian artists looked up to him. that's why for many dreamers and regulars alike, Mbah Surip was not a joker, but a red-yellow-green knight, a true hero. That's why we Indonesians, including our president lamented the loss of a national treasure and asset. Mbah Surip is out of this world, but his passion lingers on in so many Indonesian hearts, especially mine.

So long, Mbah Surip, I'll carry "you" on as long as my dreams go. Wherever are you going, your passion I'm always booking. Say it loud: Mbah Surip, RASTA MASTA!!

Mbah Surip, I LOVE YOU FULL. - Andry Chang

Wednesday, July 22, 2009

Ode to the Palm Islands



O’ my sweet homeland Indonesia
A land of beauty, o’ my greatest love
So pure and rich, my home worth dying for
The flawless diamond I adore

O’ my sweet homeland I am longing for
Though I’m far away you are always close
I miss the sand and sparkling golden grains
I shall come home again

Palm trees on the beach, waving in the breeze
Like a princess sing, to valiant prince
Palm isles I adore, always in my soul
O’ my sweet homeland Indonesia



Translated by BJ Vadis from:
Rayuan Pulau Kelapa – Ismail Marzuki

- Sing along in English with this YouTube video! -

YouTube Source:
http://www.youtube.com/watch?v=doKGDdW0r1Q

Thursday, September 25, 2008

Vadis' M&M Characters - Batch Two


Azrael the White Wizard from FireHeart Saga Series
(or you can say he's Albus Dumbledore in Harry Potter or Gandalf in Lord of the Rings)

Princess Eloise Galford of Lore - from FireHeart - Legend of the Paladins by BJ Vadis


Robert Chandler the Monster Hunter from FireHeart - Legend of the Paladins
by BJ Vadis


Kimi Raikkonen (The Iceman is All Ferrari-ed)

Two other examples of M&M-ized characters



Create your custom M&M Character in:
http://www.mms.com/us/becomeanmm

Including the characters from FireHeart Saga (www.fireheart.tk)
I M&M-ized: Princess Eloise Galford & Robert Chandler

Thursday, August 07, 2008

Rat Party in Broad Daylight

http://www.youtube.com/watch?v=qp4N4D65DG0



an idle shot in the nation where the rats are feasting and the cats are fasting.

And one more thing:
It's better to live like a cat in a cage of rats than a rat in a cage of cats

Saturday, September 30, 2006

Too Much of Something Is Bad

Too Much of Something Is Bad

Arsip dari diskusi di milis GKI Gading Indah

(http://groups.yahoo.com/group/gki_gi)

Jun 16, 2000

Mungkin saya bisa menyumbang sedikit pendapat.

Ada beberapa hal duniawi yang sebenarnya, bila kita mengkonsumsinya secara
wajar, tak perlu dianggap sebagai dosa.


Oleh karena itu, perlu dipertimbangkan persepsi kita tentang hal-hal tersebut.
Ada sebagian orang yang begitu berhadapan dengan rokok, wwf, pokemon atau apalah
itu langsung memberikan persepsi buruk.
Pendapat tersebut bisa kita hargai, dan
kita tak bisa menyalahkan orang tersebut karena latar belakang, sifat dan
motivasinya.
Jadi, hendaknya kita mencoba, untuk sekali, melihat segala sesuatu
dari sudut pandang yang berbeda.


Dari ketiga topik tersebut bisa saya uraikan
sbb.:
1. Mengkonsumsi rokok bukanlah dosa, tapi bila rokok dikonsumsi secara
berlebihan, atau bila kesehatan kita rusak karena rokok, atau motivasi yang
salah (sebagai pelarian dari stress, dsb), pada saat itulah dosa timbul.
Jadi
amatlah penting kalau orang merokok, dia juga menyadari dan mempertimbangkan
efeknya yang merusak kesehatan (merusak kesehatan sendiri adalah dosa), jadi dia
bisa mengatur konsumsinya secara wajar, dan bila perlu, berhenti merokok.

Kesimpulan : Merokok bukan dosa, tapi merusak kesehatan diri sendirilah yang
dosa.

2. Sekarang ini penggemar WWF makin membludak di seluruh dunia. Memang, di satu
sisi orang memandang WWF sebagai 'kekerasan', tapi di sisi lain orang
memandangnya sebagai 'olahraga'.
Jadi, hendaklah WWF dilihat sebagai ajang adu
prestasi yang menampilkan atletisitas yang tinggi, gerakan2 akrobatik, sedikit
taktik dan permainan mental.
Sampai di sini WWF bukan dosa. Tapi bila dikonsumsi
berlebihan sampai mempengaruhi sifat dan hidup kita, apalagi bila aspek
kekerasannya saja yang diserap, apalagi diserap oleh orang yang kurang didikan
atau kurang iman, mungkin ada perbuatan dosa yang
akan timbul.

3. Pokemon - tak ada efek langsung sama sekali yang bisa menimbulkan dosa
,
kecuali bila dikonsumsi berlebihan, apalagi sampai maniak.
Jagalah jangan sampai
pokemon mempengaruhi hidup anak2 dan menyulitkan orang tua.


Jadi
kesimpulannya : Jangan menutup diri pada hal-hal duniawi, tapi jangan
sampai hal-hal duniawi itu mempengaruhi hidup kita, apalagi sampai lebih dari
Tuhan.
Tugas kitalah untuk mengontrol hal tersebut.

That's all, folks. -Andry

Komentar dari yoh-lyd:

andry wrote :
>Ada beberapa hal duniawi yang sebenarnya, bila kita mengkonsumsinya
secara wajar .......
--------------
yoh :
perlu penjelasan hal duniawai itu apa?
makan, minum, tidur, kerja .... ?
--------------

>1.
Mengkonsumsi rokok bukanlah dosa, tapi bila rokok dikonsumsi secara
berlebihan .......
--------------
yoh :
berlebihan itu berapa batang/sehari sih?
saya menghisap 1 batang rokok sudah 'kliyengan', sementara teman saya
ada yang merokok 3 bungkus/sehari 'anteng' saja tuh ?
apa untuk tiap orang standardnya berbeda ?
apakah Firman Tuhan juga berbeda standard u/ tiap orang ? saya 1 batang
sudah berlebihan jadi dosa, sedang teman saya 2 bungkus belum berdosa
karena dia mampu merokok 3 bungkus ?
--------------
>
Kesimpulan : Merokok bukan dosa, tapi merusak kesehatan diri sendirilah
yang dosa.

---------------
yoh :
apakah bisa disimpulkan 'nyolong' juga bukan dosa, tetapi merugikan
orang lainnya yang berdosa ?
--------------
>2.
. Jadi, hendaklah WWF dilihat ...............
-------------
yoh :

WWF = world wide fund for nature ?
inis ih saya sangat setuju.
WWF =
wrestling ? olah raga ? arena tipu-tipuan !
saya tidak fasih bahasa inggris, tetapi saya tahu banyak omongan kotor &
tindakan kotor docontohkan/dinyatakan dalam show tsb !.
banyak lambang-lambang setan yang dinyatakan dalam pertunjukan tsb.
otak kita sedang diracuni !
------------
Sampai di sini WWF bukan dosa. Tapi bila dikonsumsi berlebihan ..........
----------------
yoh :
kembali pertanyaan : berlebihan itu sebanyak apa ?
show tsb ditayangkan 1 minggu/sekali, lalu bila saya setiap minggu
nonton apakah sudah berlebihan.
padahal cuman 1x/1 minggu ?
atau kalau saya nonton 1x/1tahun baru itu tidak berlebihan ?
----------------

>3.
Pokemon - tak ada efek langsung sama sekali yang bisa
menimbulkan dosa,
----------------
yoh :
saya teringat satu contoh nyata 'brain storming' komunis di Cina beberapa
waktu yll, sehingga anak dengan orang tua/suami dengan istri, dsb bisa
saling tidak menghargai hubungan darah/saudara, dsb.
tontonan juga salah satu bentuk 'brain storming'
banyak permainan saat ini diciptakan oleh orang-orang new age untuk
secara tidak sadar 'mencuci otak' seseorang agar tidak lagi perlu bergantung
kepada Allah.
'
pokemon' = pocket monster
monster means anything unusual size or appearance ; a huge creature causing
fear or a very wicked/sinful person !
dalam alinea kedua posting saya : artikel pokemon, jelas dikatakan :
NIKMATI DUNIA POKEMON, DAN JANGAN PEDULI JIKA AKHIRNYA
POKEMON MENGAMBIL ALIH HIDUPMU. ITU YANG SAYA
HARAPKAN !
jika hidup kita telah diambil alih oleh 'monster pokemon', milik siapakah
diri kita ?
padahal Kristus telah merebut kita yang percaya dari iblis dengan darah
yang mahal, yaitu darah Kristus !
---------------
>Jadi kesimpulannya
.
Tugas kitalah untuk mengontrol hal tersebut.
--------------
yoh :
setuju, tetapi caranya ?

Komentar dari Budi Harsono:

Buat bung Yohanes,

Setuju banget dng pendapat anda. Kalo tolok ukur kita "rasio" maka "asal
tidak bahaya tidak apa apa", kalau tolok ukur kita Firman, apa yg tidak
diperbolehkan dalam Firman tidak boleh dilakukan, mesikipun "sedikit" dan
"tidak berbahaya".
Sekarang... terserah anda. Mau ikut rasio atau Firman...!

Jun 20, 2000

Old blog : Too Much of Something is Bad – With Filter

Hehe, bener, Pak Budi. Cara mengontrol hal-hal duniawi maupun rohani adalah
dengan Firman Allah.
Kita harus bisa melihat �jiwa� dari segala sesuatu itu.
Ukuran �too much� itu terserah anda, dengan filternya adalah Firman Allah. Saya
udah melihat banyak tanggapan tentang ini, dan saya setuju dengan semuanya.
Kita
tidak bisa memperdebatkan persepsi seseorang tentang suatu hal, karena mereka
semua datang dan dibangun dari latar belakang yang berbeda, dengan menggunakan
ukuran �filter� yang berbeda2 pula.
Kadang terlalu ketat, terlalu longgar, atau
mungkin dengan sedikit toleransi.
Tak usah membuat ukuran standar untuk menilai
sesuatu itu berdosa atau tidak.
Itu terpulang dari diri dan hidup kita
masing-masing.
Kalau kita merasa itu berdosa, hindari saja. Kalau toh terjerumus
juga, cepatlah bertobat selagi mungkin.


Kalau menurut saya, 1 batang rokok itu sudah �too much� buat saya, karena paru2
saya emang lemah dan (seharusnya nggak saya sebut2) kakek saya meninggal karena
paru2nya rusak karena rokok.
Tapi itu karena beliau terlalu banyak merokok dan
tak bisa mengontrol dirinya sendiri.
Tapi, apakah dengan merokok terlalu banyak
itu lantas kakek saya dicap tak layak masuk surga?
Merokok terlalu banyak
mungkin berdosa (merusak kesehatan sendiri) tapi itu bukanlah dosa yang tak
terampunkan.


Yah, satu hal yang gue sebel dari WWF adalah permainan boong-boongan tingkat
tingginya itu.
Tapi yg bikin gue betah nontonnya adalah gerakan2 akrobatik dan
display kekuatan besarnya.
Itu aja. Tentunya lambang2 setan takkan membuat kita
kerasukan atau terdorong berbuat jahat, bukan?
Kalau ya, pada saat itulah kita
berdosa.
Tapi kalau dicuekin, ya nggak ada efek yang merugikan orang, ya nggak
dosa.
Ya, itu kan cuma persepsi saya. Terserah pandangan orang lain. Kalau
mereka menganggap �menonton� lambang2 setan itu dosa, dan WWF adalah sejenis
provokasi agar orang melakukan dosa, mereka tak dapat disalahkan.
Ingat �filter�
nya aja.


Menurut gue, Pokemon itu lucuuu & cute banget. Tapi kalo gue sampe maniak, lalu
gue lupa sama kerjaan, sama Tuhan, sama doi dan bikin duit gue banyak abis
,
guelah yang dosa, bukan Pokemonnya.
Mungkin ada kesan bahwa para produser
Pokemon �memancing� anak2 untuk berdosa karena �tersihir� oleh mereka.
Tapi
semua itu terpulang dari pendidikan dan mental anak2 itu sendiri dari hasil
didikan orang tua.
Wah, penjelasannya bisa panjaang banget.

Sebenarnya masih banyak yg bisa dibahas soal begini2an, seperti misalnya
lagu2nya Michael Jackson dan Madonna, adegan kekerasan di TV/Film (M
:I-2,
contohnya). Tapi apapun itu, pendapat saya selalu
sama. Dosa berasal dari niat
dari hati kita sendiri dan impactnya pada orang lain.

A good thing is good
A bad thing is bad
Much of a good thing is very good
Much of a bad thing is very bad
Too much of a good thing is too bad (or too good if we don�t neglect the others
)
Too much of a bad thing is too bad

Jangan menghindari dosa, tapi kenalilah dosa itu dan lawanlah dosa.

Itu saja. –ndry

Comments:

Kalo saya sih, saya milih 'putih' dengan 'a itty-bitty-tiny gray spot'.
Filternya sih pake firman dengan sedikit toleransi berdasarkan rasio. Itu saja.
-Andry

--- "Trisno S. Sutanto" <trisnoss@...>
> wrote:
>
>"Unless we learn to live together as brothers and sisters, we shall die
>together as fools"
>
>-- Martin Luther King, Jr--
>
>Aduh, pak Budi,
>Haruskah pilihannya ATAU "rasio" ATAU "Firman"? Apakah waktu membaca
>"Firman", maka "rasio" tidur?
<LALU UNTUK APA TUHAN MEMBERI RASIO?> Dan
>ketika menggunakan "rasio", maka "Firman" di simpan di lemari?
<KARENA ITU,
>TUHAN HANYA ADA DI HARI MINGGU?>
>Pilihannya bukan hitam atau putih begitu, pak. Hidup ini lebih beraneka
>warna ketimbang sekadar hitam atau putih.

Tuesday, May 16, 2006

Dosa dan Penebusannya

Apa Yang Saya Pahami Dari Alkitab?

Yang Saya Pahami Mengenai Dosa Turunan, Sifat Alamiah Dosa Dan Penebusan

Saat Adam dan Hawa mulai berdosa dengan makan buah pengetahuan baik dan jahat, maka mereka tidak lagi bernaung dalam kuasa Allah, dan hukum alam berlaku atas mereka. Manusia yang mengikuti hasrat naluriah dan hukum alam itu sebenarnya tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, dengan kata lain mereka mewarisi sifat alamiah untuk berbuat dosa, yang istilahnya ‘dosa turunan’, ‘sumber dosa’, apapun itu.

Hukum alam itu netral, tidak hitam, tidak putih tapi abu-abu. Jelas, isinya antara lain : Survival for the fittest, materialisme, hukum rimba, mata ganti mata, gigi ganti gigi, yang kuat makan yang lemah, mengikuti hawa nafsu, pengejaran kepuasan dan kesenangan jasmani, duniawi dan mental, dan banyak lagi. Dan celakanya lagi, iblis bisa dengan mudah memanfaatkan hukum alam tersebut dengan menyisipkan kejahatan sebagai cara mendapatkan kepuasan alami. Manusia digoda untuk melakukan hal-hal yang merugikan sesamanya dan merusak alam demi mendapatkan kepuasan duniawi.

Pengetahuan akan baik dan jahat membuat manusia cenderung mengikuti hukum alam seperti hewan. Itulah yang membuat Tuhan menolak manusia yang sudah ternoda. Satu-satunya cara penebusan dan penyucian yang sempurna adalah dengan tindakan seseorang yang sama sekali tidak mengikuti hukum alam dan logika manusia. Dia yang lahir tidak lewat mekanisme alam jadi tidak punya sifat alami dosa (tapi 100% sifat alami Allah), tapi malah dihukum bahkan mati, tapi akhirnya mengalahkan maut itu sendiri, kuasa jahat, dan kuasa dunia. Segala kutukan, hukuman yang timbul karena sifat alami dosa tidak berlaku dan dipatahkan karena tindakan Sang Penebus yang di luar konvensi ini. Itulah solusinya! Segala kutuk dan hukuman itu tidak berlaku bagi mereka yang mati dalam sifat alami Allah! Karena itulah mereka yang percaya padaNya, meneladani jalan hidupNya dan menganut sifat alami Allah diterima sebagai anak-anak Allah. Allah memberi mereka pengampunan dan keselamatan (secara mendasar) karena setidaknya sifat alami Allah sudah mendominasi sifat alami dosa dan mereka yang bertobat sudah memihak Allah secara penuh.

Tapi manusia tetap makhluk alami yang sudah tahu baik dan jahat, dan sifat alami dosa mereka tidak langsung hilang begitu saja. Jadi yang tinggal adalah perbuatan-perbuatan anda yang adalah dosa yang harus dipertanggungjawabkan pada Allah dan manusia atau minta pengampunan bila anda menyesalinya. Bila hati kita didominasi Roh Kudus, Allah akan bertoleransi karena setidaknya Ia tahu isi hati kita dan memberikan pengampunan sesuai dengan isi hati kita. Seiring waktu, manusia akan menuju kesempurnaan, makin serupa dengan Sang Penebus dan hasilnya baru akan diketahui saat kita sudah dipanggil Bapa. Dosa dan perbuatan baik bisa ditimbang-timbang, tapi hati nurani orang percaya yang tertuju pada Allah (dikuasai Roh Kudus – sifat alami Allah) itulah yang menjamin keselamatan.

Apa itu Roh Kudus? Itu adalah Roh yang mengandung sifat alami Allah yang mendiami kita. Kita tak lagi dikuasai hukum alam dan kejahatan (sifat alami iblis), tapi kecenderungan dan sifat untuk melakukan hal-hal yang baik dan benar, yang lebih mulia daripada alam itu sendiri.

Teladanilah Yesus! Ia adalah contoh manusia yang menganut sifat alami Allah dari awal sampai akhir, sampai Ia harus mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia. Ia yang berasal langsung dari Allah telah bangkit dan menang atas maut. Maut tidak berkuasa padaNya. Maukah anda seperti Dia? Peliharalah sifat alami Allah dalam diri anda masing-masing!

Popular Posts