Showing posts with label resensi novel. Show all posts
Showing posts with label resensi novel. Show all posts

Monday, October 03, 2016

THE REAL SI DOEL - Review: Rano Karno: Si Doel

Rano Karno: Si Doel Rano Karno: Si Doel by Gol A. Gong
My rating: 3 of 5 stars

THE REAL SI DOEL

Saya beli dan baca "Rano Karno: Si Doel" di acara launching buku tersebut di Indonesian International Book Festival, 2 Okt 2016 di JCC Jakarta.

Diberi kesempatan dalam sesi tanya-jawab, saya bertanya ke Bang Rano Karno, siapa selain orangtua abang yg amat kuat menginspirasi abang? Jawabnya, salah satunya Si Doel di buku Si Doel Anak Jakarta, yang beliau baca waktu masih kecil. Si Doel Anak Jakarta

Si Doel ikut menginspirasi setiap langkah beliau dari anak bawang di "Gang Tai" hingga menemukan bakat seni yang dikembangkannya, menjadi "Si Doel yang nyata" hingga menjadi salah seorang aktor terbaik di Indonesia, bahkan kini menjadi Gubernur Banten.

Rano Karno, Bapak Gubernur Banten di acara Launching "Si Doel" 2 Oktober 2016

Saya jadi teringat Toyotomi Hideyoshi, yang lebih dari 10 tahun terakhir ini menginspirasi saya untuk mengembangkan bakat yang saya semula pikir tidak dan tidak akan pernah saya miliki. Mungkin saat ini saya belum berprestasi setinggi Bang Rano, namun saya percaya suatu hari saya pasti bisa meraih bintang-bintang saya sendiri. Terima kasih untuk inspirasi yang abang berikan pada saya lewat buku abang ini. Juga terima kasih pada dukungan Bang Gol A. Gong, tentunya.

Yah, untuk para pembaca lain, bila kalian mencari cerita2 dengan narasi yang runut, autobigrafi ini lebih banyak mengutarakan pemikiran penulisnya, kisah hidup beliau secara singkat-jelas-padat dan pendapat beliau mengenai berbagai hal yang harus saya akui, cukup "out-of-the-box". Inilah ciri-ciri seorang visioner, tak peduli apa kata orang. Jadi, bila kalian mencari sumber inspirasi tentang bagaimana cara berpikir seorang seniman yang penuh improvisasi dapat membawa perubahan berarti dan prestasi, buku ini layak disimak kata-demi-katanya.

Hingga ke saya berdiri untuk itu. Di sana.

View all my reviews

Goodreads Link: https://www.goodreads.com/book/show/32304214-rano-karno

Friday, May 22, 2015

4 MUSIM CINTA VadisReview




4 Musim Cinta


Apa kau percaya jika satu hati hanya diciptakan untuk satu cinta? Barangkali beruntung orang-orang yang bisa jatuh cinta beberapa kali dalam hidupnya. Tetapi aku yakin, lebih beruntung mereka yang sanggup menghabiskan hidupnya dengan satu orang yang dicintai dan mencintainya.

4 Musim Cinta adalah sebuah novel yang bertutur tentang lika-liku kehidupan cinta empat birokrat muda: satu wanita, tiga pria. Gayatri, wanita Bali yang merasa berbeda dengan wanita-wanita pada umumnya. Gafur, pria Makassar yang menjalin kasih dengan seorang barista asal Sunda yang enggan menikah. Pring, pria Palembang yang nikah muda tetapi harus terpisah jauh dari istrinya karena tugas negara. Arga, pria Jawa yang selalu gagal menjalin hubungan dengan wanita. Mereka bertemu dan saling berbagi rahasia. Tak disangka, setiap rahasia kemudian menjadi benih-benih rindu yang terlarang. Persahabatan, cinta, dan kesetiaan pun dipertaruhkan.

Format:            Paperback, 332 halaman
Penerbit:          Exchange
ISBN13:          9786027202429
Website:          http://kaurama.com/exchange/


Pecinta Empat Musim di Negeri Dua Musim
Resensi dan Bedah Novel oleh: Andry Chang

(Perhatian: Mungkin mengandung Spoiler)

Menilik biodata para penulis yang berlatar belakang profesi serupa, yaitu Pegawai Negeri Sipil, khususnya di Direktorat Jenderal Perbendaharaan, tak heran novel “4 Musim Cinta” ini berlatar belakang kalangan birokrat di bidang kerja yang sejenis, bahkan pernah satu kantor saat bertemu. Mungkin inilah contoh kedekatan dan keakraban yang timbul karena kesamaan lokasi dan profesi – yang mana kadangkala sulit terwujud di kantor-kantor lain, karena faktor budaya kerja, watak para karyawan dan manajemen dan sebagainya.

Namun, apakah keempat tokoh utama itu lantas benar-benar beruntung bisa saling bersahabat? Apakah semuanya bisa selalu indah seperti musim semi? Mari kita tinjau para tokoh kunci dalam kisah ini.

Gayatri adalah “winter”. Ia adalah gadis yang cerdas dan berdedikasi tinggi hingga karirnya melejit. Karena wataknya itulah Gayatri cenderung terkesan perfeksionis. Seperti halnya musim dingin, ia membangun dinding-dinding es tebal yang membentengi hatinya. Seakan hanya pria yang wataknya “seperkasa” Hercules saja yang bisa menembus dan meluluhkan dinding itu. Sayangnya, entah karena beban pekerjaan yang berat ataupun faktor-faktor lainnya, Gayatri jadi sulit bertenggang rasa pada pria, dan menetapkan standar kedewasaan yang tinggi – atau lebih tepatnya – sekuat Hercules. Parahnya lagi, pria-pria yang makin dekat dengannya adalah seperti Adam – justru setelah menikah Adam jadi lebih dekat lagi dengan Gayatri. Dan Pring yang mampu meluluhkan hati Gayatri yang standar “taste”-nya juga tinggi, termasuk dalam hal puisi, lagu, kopi dan pembicaraan-pembicaraan yang cerdas dan/atau filosofis.

Pring adalah “spring”. Dialah pria yang mampu meluluhkan dinginnya es musim dingin dengan kehangatan musim semi yang penuh keindahan. Tapi Pring bukan dewa, dia manusia biasa. Parahnya lagi, statusnya kini adalah seorang suami. Tugas negara membuatnya harus jauh dari sang istri, dan yang paling gawat, Pring, seperti halnya pria pada umumnya, butuh kehangatan yang berasal dari kedekatan. Hanya keindahan dan kehangatan itulah yang dapat menghibur dan menghangatkan hatinya dari kesepian dan mengurai kekusutan akibat beban pekerjaan. Bila ia tak bisa mendapatkannya dari sang istri yang tinggal jauh, apa lantas ia harus menggali kehangatan itu dari rekan kerja yang dekat?

Arga adalah “summer”. Di negeri empat musim, musim panas adalah waktu libur sekolah yang biasa digunakan untuk berwisata dan bersenang-senang. Begitu pula dengan Arga, dia selalu bisa jadi teman yang baik bagi orang-orang di dekatnya, tempat untuk mencurahkan hati dan berbagi rasa. Mungkin sifat “easy going”-nya itu yang membuatnya terkesan tak terlalu serius dalam hubungan antar personal, tak begitu mampu menyentuh kedalaman hati orang lain, terutama lawan jenisnya. Pendeknya, dia tak terlalu dewasa. Apalagi sebenarnya Arga punya sifat emosional yang cenderung tersembunyi di balik topeng kecerdasan, pengetahuan dan tuntutan citra kerjanya yang profesional. Seperti bom waktu, tak bisa dibayangkan bila suatu hari emosinya sampai tersulut dan “meledak”.

Gafur adalah “autumn”. Dalam situasi musim gugur yang berangin, saatnya mencari tempat berteduh dalam kebersamaan. Sebenarnya Gafur sudah sangat siap menjadi “tempat berteduh” itu. Pasalnya, ia adalah seorang pria yang sebenarnya mampu mencintai wanita secara utuh, wajar dan tulus, cukup mapan pula. Sayang ia berhubungan dengan orang yang salah, orang yang masih ingin terus bertualang dan menganggap Gafur adalah “tempat berteduh yang kurang nyaman”. Akhirnya, setelah lama ditunda-tunda dan hubungannya “digantung”, Gafur menghadapi pilihan untuk mengejar karir dan impiannya atau terus berharap ikatan yang tak bisa ia simpul. Bisa ditebak, Gafur memilih yang pertama. Tapi apa hasil dan akibatnya?

Selain itu, ada juga tokoh-tokoh kunci lainnya sebagai berikut:

Dira. Menurut saya, sikap Dira ini menyebalkan. Kenapa? Bukannya bersyukur bisa memiliki hati Gafur yang notabene sudah cukup mapan, tulus dan dewasa, Dira malah terus menunda-nunda dan tak mau melangkah ke jenjang hubungan yang lebih tinggi. Saat Gafur ingin mengejar mimpi agar dapat lebih membahagiakan Dira, Dira tak mau “diikat” dulu. Mungkin Dira bercita-cita ingin hidup mewah dan menjalani gaya hidup hedonistis, dan surat-suratnya sering berpanjang-lebar. Entah mungkin mengira Gafur bakal terlalu lama jadi sukses atau hanya bosan, Dira malah berpindah ke lain hati. Siapa sasarannya dan apa akibatnya? Sebenarnya mudah ditebak, tapi silakan simak sendiri.

Indah, istri Pring adalah tipikal istri dan wanita pada umumnya yang rindu perhatian, kasih sayang, kehangatan dan juga bisa memperhatikan pasangannya. Sayang entah karena terlalu sibuk bekerja atau semacamnya, Pring yang sedang jauh jadi terlau lelah dan malas memberikan perhatian itu. Bisa jadi watak Indah terlalu polos, terlalu sabar, pura-pura tidak tahu tingkah laku Pring atau hanya mengikuti kodratnya sebagai wanita. Atau bisa jadi Indah memiliki pemikiran yang terbuka dan mampu berlapang dada, berbesar jiwa. Jadi ia lebih memilih cara-cara cerdas untuk mencari kebenaran dan menyelamatkan pernikahannya, daripada melulu berprasangka.


Plot (Jalan Cerita):

Nah, interaksi keenam tokoh kunci ini, ditambah tokoh-tokoh latar dari dunia kerja diramu sedemikian rupa, membangun hubungan yang tampaknya akrab tapi mengandung kepalsuan, rahasia-rahasia yang sengaja tak diungkap dan sikap saling berasumsi saja – yang mana itu sangat manusiawi. Misalnya, Pring berasumsi Gayatri sudah tahu ia sudah menikah, dan Gafur yang sudah tahu itu pula tak memberitahu Gayatri. Gayatri mungkin juga bisa mencari tahu lebih banyak tentang status terbaru Pring lewat Facebook atau semacamnya, seperti yang ia tak sengaja temukan pada “mantan”-nya, Adam. Tapi entah Pring tak punya akun Facebook atau selalu berahasia tentang dirinya, atau Gayatri yang sudah terbius habis oleh puisi-puisi Pring.

Jadi, berdasarkan sinopsis di atas mudah saja menebak siapa-siapa yang menabur benih-benih rindu yang terlarang, persahabatan siapa yang rusak, siapa yang mempertaruhkan kesetiaannya atau bahkan berkhianat karena menganggap yang satu lebih baik daripada yang lain. Siapa yang tampak tegar padahal amat rapuh, juga siapa yang selalu mendamba walaupun mustahil adanya.

Sepanjang cerita kolaborasi empat penulis ini, keempat tokoh kunci bercerita dengan sudut pandang masing-masing. Cerita yang diungkapkan adalah pandangan masing-masing tokoh terhadap berbagai macam hal, dan apakah tokoh-tokoh lain mampu sinkron dengan dirinya dan niscaya membangun hubungan saling percaya dan saling berbagi rahasia. Lucunya, rahasia status Pring yang diketahui Gafur, misalnya tak lantas diberitahukan pada Gayatri, dan Gafur malah menegur Pring saja. Tapi Gayatri entah kenapa tidak tahu dan terlalu terbuai untuk mencari tahu jati diri Pring yang sebenarnya. Apakah cinta sungguh membuatnya mabuk kepayang?

Andaikan Gayatri bisa menurunkan sedikit standarnya dan mau menerima pria seperti Arga, misalnya, mungkin dia takkan jadi korban dan terjebak dalam kepalsuan. Andai Pring lebih menghargai kesakralan pernikahan daripada hasrat pribadinya sendiri, mungkin dia bakal lebih sabar menghadapi istrinya, Indah dan tak terlalu mudah terbuai pesona kepribadian Gayatri. Kalau tentang Dira, saya tak mau berandai-andai karena sikap dan cara berpikirnyalah yang membuat dia menjadi antagonis dan pemicu salah satu konflik klimaks dalam novel ini.

Hasil akhir dan kesimpulannya sangat sesuai dengan sinopsis. Ada orang yang seharusnya merasa beruntung bisa menghabiskan hidupnya dengan satu orang yang dicintai dan mencintainya, tapi malah dibutakan hasratnya sendiri hingga ia hampir saja kehilangan keberuntungannya itu. Ada yang sudah bertekad menyerahkan hatinya pada satu orang saja, tapi tak cukup beruntung. Ada yang mencoba berkali-kali ke beberapa orang tapi selalu gagal menjalin hubungan lebih dekat atau tetap di “friend zone” saja. Ada pula yang entah standarnya terlalu tinggi, idealis atau menganggap dirinya sendiri beda, jadi sulit menemukan orang yang tepat untuk menjaga hatinya hingga akhir hayat, lingkup pilihannya terlalu sempit, selalu bertemu dengan orang yang salah dan kurang beruntung dalam hal jodoh.

Ending novel “4 Musim Cinta” ini tidak terlalu konklusif dan lumayan wajar menurut hati lapang dan akal sehat. Bisa jadi ini terjadi pula pada kebanyakan orang di sekitar kita. Namun karena ini adalah akibat dari interaksi 4 orang yang bersahabat erat, kesannya jadi cukup unik khususnya bagi saya yang notabene bukan penikmat besar novel-novel genre romance.

Majulah terus, akan ada hujan setelah kemarau
Akan ada bunga musim semi setelah salju musim dingin
Semoga bunga cinta yang merekah di musim semi
Dapat berbuah dan menebar benih pada waktunya
Sebelum akhirnya layu, gugur dan meranggas
Saat musim gugur dan musim dingin tiba lagi

Sunday, September 14, 2014

VadisReview: Rahasia Hujan - Adham T. Fusama





VadisReview by Andry Chang

Rahasia Hujan
Penulis: Adham T. Fusama
Genre: Novel Teenlit-Thriller
Penerbit: Moka Media (www.mokamedia.net), 2014

Format: Paperback, 272 halaman, 12,7 x 19 cm
Penyunting: J. Fisca
Penata Letak: Indarto Widhi Putranto & J. Fisca
Pendesain Sampul: Fahmi Fauzi
ISBN: 979-795-857-4

Sinopsis:
Sekolah Pandu kedatangan murid baru dari Jepang, seorang anak pendiam yang misterius. Sebagai teman sebangku, Pandu merasa harus bersikap ramah, meski Anggi—si murid baru—terus bersikap dingin.

Pada akhirnya, kebaikan hati Pandu membuat Anggi jatuh cinta. Tapi Pandu sudah punya pacar—seorang gadis cantik bernama Nadine. Ketika rasa sayang Anggi berubah menjadi obsesi berbahaya, Pandu dan teman-temannya terseret ke dalam sebuah permainan mengerikan.

Dan, Pandu harus bertaruh nyawa demi kebebasannya.

"Sebab demi bersamamu, akan kulakukan segalanya…."

***

“Meski menggunakan bahasa yang ringan khas remaja, kegelisahan dan ketegangan di novel ini dibangun dengan elegan hingga mencapai klimaksnya. Novel yang cocok bagi penggemar cerita remaja dan suspense-thriller.”
—Muhamad Rivai (@rivaimuhamad), penulis antologi Setelah Gelap Datang dan salah satu penulis antologi Cerita Horor Kota.

“Jalinan kisahnya di luar dugaan! Apa yang semula manis berubah mencekam lewat klimaksnya yang dibangun secara perlahan namun matang.”
—Paulus Lulut Yunar Ladiarsa(@Loe2Tea), Deputy Editor Cinemags Magazine.

“Jangan baca di malam hari apalagi saat sendirian. Dan, berhati-hatilah dengan temanmu sendiri!”
—Langit Amaravati(@LangitAmaravati), Cyberpsycholog & Selected Writer Ubud Writers and Readers 2013.

Rahasia si Penghenti Hujan
Entah kapan dan di mana, saya pernah membaca bahwa psikopat adalah orang yang melakukan dosa atau kesalahan, namun sama sekali tak merasa berdosa atau bersalah. Di tingkat paling ekstrim, dosa yang ia lakukan itu bisa jadi pembunuhan, bahkan pembantaian sadis dan berantai. Suara nurani bahkan tak ia pedulikan lagi. Dan semua itu dilakukan dengan entengnya seolah-olah sedang berjalan-jalan di taman. 

Bedakan dengan fanatisme ekstrim, yang menghalalkan segala cara demi meraih “kebenaran tertinggi”. Salah satu pemicu perilaku psikopat ini adalah obsesi yang berlebihan, sedangkan akar penyebab semua itu cukup beragam. 

Dalam novel thriller “Rahasia Hujan” ini, Adham T. Fusama sebagai penulis menunjukkan salah satu contoh perilaku psikopat yang cukup realistis, bahkan cenderung “umum”. Di permukaan, si psikopat tampak amat normal dan cenderung “cool”. Baik pembaca maupun para tokoh lain dalam kisah ini, termasuk Pandu, si tokoh utama dibuat sama sekali tak menduga, tak rela dan tak percaya bahwa tokoh Anggi, siswi pindahan dari Jepang itu psikopat. Padahal, sejak melihat cover depan di awal dan membaca sinopsis di cover belakang, pembaca sudah menduga ada yang “tak beres” dengan Anggi. 

Saat plot digali lebih dalam, bab demi bab, sedikit demi sedikit mulai terkuak misteri di balik tokoh Anggi, si “gadis biasa” itu. Lambat tapi pasti, sisi-sisi positif diperkenalkan, yaitu “gadis cantik yang cerdas” – “banyak bakat kecuali olahraga” sampai “memiliki gaya hidup impian tiap remaja”. Namun, juga ada sisi-sisi negatif yang agak “menjurus”, yaitu kegemaran Anggi menggambar, menonton film horor dan thriller. Mungkin jelas salah satu tokoh yang paling ia sukai adalah salah satu psikopat juara sepanjang zaman, yaitu Hannibal Lecter dari film “Silence of the Lambs”. 

Pertama kali saya lihat teru-teru bozu, dikenalkan bro Ikkyu San.

Iseng tebak-tebak buah manggis, mungkin ide awal Adham muncul saat mengamati sosok boneka teru-teru bozu, boneka takhayul dari Jepang yang selalu digantung di bagian “leher”-nya (en.wikipedia.org/wiki/Teru_teru_bozu). Setelah bertanya-tanya mengapa demikian dan melakukan survei secukupnya, muncullah ide untuk mengkombinasikannya dengan nuansa thriller. Sebenarnya, cukup mengekspos teru-teru bozu saja semua pembaca sudah cukup dibuat penasaran seberapa jauh tindakan psikopatik Anggi nantinya. Mungkin juga “petunjuk-petunjuk menjurus psikopat” lain sengaja ditambahkan untuk memancing kecurigaan salah seorang tokoh, yaitu Mamet, yang salah memahami perilaku psikopat sebagai sesuatu yang tampak jelas dari luar. 

Dari plot yang nampaknya biasa-biasa saja, seperti teenlit atau sinetron percintaan remaja, secara bertahap, setingkat demi setingkat plot menanjak menjadi prankster (mengerjai orang) hingga mencapai klimaksnya, yaitu thriller, “permainan mengerikan” yang amat mengejutkan, mendadak dan menghentak. Mungkin sebagian pembaca merasa kurang nyaman dengan penguraian bertahap yang terkesan lamban. Beberapa interaksi dalam tiap bab terkesan “numpang lewat”, padahal memuat fakta penting tentang hubungan setiap tokohnya. Juga berhubungan erat dengan apakah itu akan memicu tindakan psikopatik atau tidak, semacam tarik-ulur saat memancing ikan.

Yang jelas, saya sendiri merasa Adham sebagai penulis menggunakan semacam teknik untuk “menyihir” pembaca, menguji kesabaran mereka yang mencari thriller dalam sisipan teenlit padahal itu adalah klimaks, lalu ditutup dengan beberapa bab kesimpulan untuk menyampaikan pesan-pesan moral dan perubahan yang terjadi akibat thriller itu. 

Tentunya rangakaian “teka-teki” semacam Kotak Pandora atau Rubik itu perlu pula disimak. Para protagonis jelas telah melakukan usaha untuk mencegah “thriller” terjadi, namun si antagonis yang rupanya telah mempersiapkan segalanya dengan matang keburu bertindak. “Kengerian” terjadilah, jadi tinggal satu hal yang bisa dilakukan Pandu, si protagonis utama, yaitu “bertaruh nyawa demi kebabasannya,” dan perlu saya tambahkan, dengan cara menghentikan si antagonis. Caranya secara rinci? Silakan anda ungkap sendiri dengan membeli dan membaca novel ini. 

Dari segi karakter, pendalaman karakter Anggi, pengembangan karakter Pandu dan perubahan cukup dramatis pada diri karakter Mamet dan banyak lainnya akibat “Rahasia Hujan” ini patut disimak. Namun, saya sendiri juga berhasil dibuat berpikir, apa harus, apa perlu ada kejadian ekstrim dan orang-orang yang berperilaku ekstrim supaya terjadi perubahan yang signifikan dalam masyarakat? Kenyataannya, kesadaran masyarakat umumnya tak timbul dengan sendirinya. Bahkan, walau terjadi satu-dua kejadian ekstrim, begitu “gaung”-nya menghilang, masyarakat kembali lupa dan berbalik lagi melakuan kesalahan-kesalahan lama yang sama. 

Pendalaman agama dan pemberian kasih sayang yang disajikan sebagai sesuatu yang menyenangkan, menarik dan menggairahkan secara berkesinambungan bisa jadi solusi untuk membawa perubahan positif dalam budaya masyarakat, dan harap saja, jadi vaksin yang mencegah pola pikir psikopat. 

Kesimpulannya, salut untuk Adham yang cukup berhasil “menyihir” pembaca lewat karya thriller berselubung teenlit ini. Sedikit saran, mungkin plotnya bisa “diperhalus” dengan menghilangkan atau mengganti petunjuk-petunjuk yang terlalu “menjurus”. Contohnya, mengganti gambar-gambar seram dengan gambar orang, benda atau tempat yang melulu diguyur hujan. Juga, untuk “mengelabui” calon pembeli, diberikan kontradiksi antara desain cover teru-teru bozu di tengah hujan yang digantung di atas pohon, tanpa efek darah, warna cover cerah atau bernuansa biru dengan tetap mencantumkan “Sebuah Novel Thriller” di atasnya. 


Akhir kata, melengkapi nuansa takhayul Jepang di novel bersetting Indonesia ini, biarkanlah saya menembang,

Teru-teru bozu, teru bozu
Buatlah esok hari yang cerah
Seperti langit di mimpi
Jika besok cerah, aku akan memberikan bel emas

Tapi bila tidak, biarlah kau terus tergantung di sana, menurunkan hujan darah. 

***

Keterangan lebih lanjut tentang novel ini serta review-review lainnya dapat disimak di link Goodreads.com ini: http://www.goodreads.com/book/show/22715934-rahasia-hujan

Monday, March 11, 2013

Love Around You - Vadis Review

Lovers on a piano. Image Source: Henry Hutt



Ada Cinta di Sekitar Kita, Yang Aneh dan Yang Nyata
Review (Self-Review dan Renungan) oleh Andry Chang untuk
Antologi “Love Around You – Kumpulan Cerpen House of Romance”


Hai, jumpa lagi dengan saya, Alay Silebay, presenteur extraordinaire AjibTV. Kali ini, kita akan menjelajah karya-karya tulis dari genre romance. Tepatnya, Kumpulan Cerpen dari House of Romance (HoR) berjudul “Love Around You” (LAY).
“Cinta di Sekitar Kita” adalah artian judul yang sangat luas dan menyangkut banyak aspek. Jadi, dalam seri kumcer ini Grup HoR mencoba berfokus pada tiga aspek romansa saja, yaitu: Cinta Dua Generasi, Cinta Dunia Maya dan Cinta Palsu.
Menilik cover depan LAY besutan Dadan Erlangga dengan gambar perlambang cinta yang tumbuh seperti pohon, kesan pertama yang timbul bagi mereka yang melihatnya adalah kisah-kisah dalam kumcer ini adalah romance unyu bin imut, serba manis dan indah dan ditujukan untuk pembaca teenlit.
Namun sebenarnya, kisah-kisah LAY itu sangat bervariasi, baik dari sub-genrenya maupun nuansa kisahnya, persis seperti dinamika cinta itu sendiri. Ada bahagia, ada pula sedih dan marah. Ada adegan-adegan pengundang tawa, juga tindakan-tindakan ekstrim yang berujung pada kejutan. Ada kisah berakhir manis, ada pula yang tragis.
Ya, tanpa berlama-lama lagi, mari kita kupas intisari kesepuluh kisahnya satu-persatu.

One Night – Welly Setyawan
“Kau… janda?” – Bianka Golder
Tema: Cinta Dua Generasi
Secara umum, kisah ini mengetengahkan hubungan cinta yang terhambat oleh mindset/budaya, diperparah dengan kenyataan bahwa Jane Swalsky adalah “janda cerai”, bukan “janda ditinggal mati”. Dengan kombinasi karakter Kevin yang emosional, Bianka yang gengsian dan mantan suami Jane yang tak bertanggungjawab, entah kekacauan apa yang akan timbul dari interaksi keempatnya.

Serenade – Andry Chang
“Ya Tuhan, kumohon lancarkanlah jalanku menuju hatinya.” – Neria Sari
Tema: Cinta Dua Generasi


Tragedi atau trauma yang amat parah seringkali melumpuhkan hati seseorang, memupus semangat hidupnya hingga ia tak bisa move on. “Obat” untuk “penyakit” ini tentunya adalah cinta sejati yang tulus, yang datang saat si frustrasi sulit mengenalinya. Mengutip lagu Dewi Lestari, “Terkadang malaikat tak bersayap, tak cemerlang, tak rupawan… Malaikat juga tahu, aku akan jadi juaranya.”
Karena ini cerpen karya "bos" saya, saya hanya bisa memberitahu sedikit bahwa beberapa elemen ceritanya berdasarkan kejadian dan tokoh di kehidupan nyata.

Terbaik Untukku – June Tan
“Orang luar mau omong apa itu urusan mereka sendiri, bukan urusanku.” – Ayu
Tema: Cinta Dua Generasi
Salah satu sebab timbulnya cinta adalah seseorang menemukan sosok yang ia kagumi dalam diri orang yang ia cintai. Mungkin sosok ayah, ibu, atau seorang pahlawan perkasa. Mungkin lebih dramatis lagi bila ditambah satu tokoh pemuda seumuran Ayu yang kalah heroik dengan si Bapak, hingga keputusan untuk menentukan mana yang terbaik bagi Ayu jadi lebih dilematis. Satu quote tambahan dari Bapak, “I’ll be back.”

Loving Evelyne – Renee Keefe
“Seorang pria dewasa memang seharusnya mengeluarkan keringat untuk gadis yang dicintainya!” – Dawson O’ Connell
Tema: Cinta Dua Generasi (dominan), Cinta Palsu
Cinta yang didasari alasan-alasan yang tidak murni seperti penawar kesepian, pelampiasan frustrasi, pemuasan nafsu dan semacamnya bukanlah cinta sejati. Atau ekstrimnya, itu cinta palsu.
Di sisi lain, cinta yang seharusnya murni namun dibina lewat hubungan gelap bisa jadi cenderung berbuah tragedi. Kisah “Loving Evelyne”, yang berlatar belakang Zaman Victoria menawarkan solusi yang cukup logis untuk menghindari tragedi itu, menentukan pemenang sejati antara cinta sejati dan cinta palsu. Pertanyaannya, bisakah “solusi” ini diterapkan di zaman modern, apalagi di negeri seperti Indonesia?

Sang Penjaga – Dya Ragil
“Tidak pernah ada waktu yang tepat kalau dicari, kita sendiri yang harus membuatnya.” – Alia
Tema: Cinta Dua Generasi
Dalam kisah ini, kita disuguhkan salah satu contoh cinta sejati. Cinta sejati bisa dihasilkan dari pengabdian, komitmen dan dedikasi sepenuh jiwa dan tanpa pamrih. Dan, saat cinta itu tumbuh dan telah dikenali, terserah keputusan pihak yang mencintai atau dicintai untuk terus memupuknya atau tidak. Atau lebih baik lagi, dipupuk lewat dedikasi yang lebih kuat dan langgeng, tanpa terlalu perhitungan.
Mungkin pembaca akan lebih terkesan lagi bila ada perbandingannya berupa cinta palsu yang kelihatannya sejati, seperti serigala berbulu domba. Biar pembaca menebak-nebak, yang manakah dari kedua cinta itu yang sejati.

My Direct Message – Lily Zhang
“Karena tidak semua orang memahami perbedaan ini.” – @D_zen
Tema: Cinta Dunia Maya
Pernik-pernik dunia maya sering menjadi “topeng yang indah”, menutupi kekurangan diri di dunia nyata. Mau bilang apa, itulah salah satu senjata agar diterima oleh orang yang menarik hati kita. Tapi hati-hati, suatu hari kekurangan kita itu bisa terungkap baik dengan sengaja ataupun tidak, dan kita baru tahu apakah kepribadian orang yang kita sukai itu sungguh cocok atau tidak dengan kita. Apalagi dengan mindset insan modern, khususnya di Indonesia, cara ini lazim dipakai.
Jadi, kisah ini adalah pengingat yang manis bin unyu, untuk selalu berusaha mencoba memahami perbedaan dalam diri orang lain, khususnya yang pada dasarnya kita sukai dan menyukai kita.  “Just let your true colors, shining. Your true colors, whatever dark they are, are beautiful.”(Dimodif dari lirik lagu “True Colors” – Phil Collins)

Lukisan Masa Lalu – Reina Mala
“Jika memang maut menghampiri salah satu di antara kita berdua, biarkan kebahagiaan yang menjadi akhir dalam kisah kita.”- Aiko
Tema: Cinta Dua Generasi (dominan), Cinta Dunia Maya
Ini adalah kisah yang “gaib”, tentang jodoh yang terputus di masa lalu yang jadi jalan untuk menyambungkan jodoh dan cinta di masa kini. Karya terakhir Reina Mala ini termasuk “fantastis”, sebuah permainan takdir yang seindah lukisan.
Cinta, oh, cinta, apakah memang takdir yang membuat kita bertemu, menyatukan dua hati kita dalam satu jalinan benang asmara? Apakah cinta sejati memang buta, hingga logikapun tak kuasa berkata-kata?

What Goes Around, Comes Around – Liz Lavender
“Aku memutar waktu untukmu. Kita kembali ke masa lalu, bukan? Jadi apa yang ingin kaulakukan sekarang?” – Timothy Hartwood
Tema: Cinta Palsu (dominan), Cinta Dua Generasi
Dilihat dari judul yang dikutip dari peribahasa Bahasa Inggris “What goes round, comes around”, saya menebak ceritanya pasti adalah seputar mereka yang berbuat “curang” dalam cinta dan terkena imbas akibatnya. Dan, tebakan saya benar.
Lewat taktik “cinta palsu”, orang-orang yang berselingkuh mendapat ganjaran dari perbuatan mereka. Meskipun mungkin akan ada yang berkomentar tak perlu jadi agen rahasia untuk “mengerjai” para pengkhianat cinta itu. Namun, yah, tentunya dengan gaya macam James Bond 007, ditambah cinta yang datang tak terduga dari orang yang terpaut satu generasi membuat kombinasi “bumbu”-nya jadi unik. Satu rasa di bumbunya yang aneh hanya adanya unsur “mistis” di akhir cerita.

Satu Nyawa Manusia – Lia Zhang
“Aku tak menyesal menggunakan satu-satunya nyawaku untuk mencintai Claraku.” – Gubernur Jenderal
Tema: Cinta Dua Generasi
Sejak zaman dahulu hingga sekarang, seringkali demi mendapatkan cinta, seseorang menghalalkan segala cara, termasuk menyalahgunakan kekuasaan, wewenang dan hartanya. Dalam kisah ini, kasusnya menjadi ekstrim karena urusannya menyangkut nyawa manusia. Apalagi keputusan yang logis namun kurang bijaksana, permainan takdir dan jebakan politik yang kejam menyebabkan nyawa sendiripun melayang. Tapi, tentu si Gubernur Jenderal tak bisa tiba-tiba berubah menjadi malaikat dengan mengorbankan nyawanya sendiri langsung, hingga Clara bisa hidup bahagia dengan kekasih pilihannya. Ini antitesis yang lebih realistis dari kisah “Loving Evelyne”. Reality bites. 

Janji Ksatria Untuk Putri – Catz Link Tristan
“Karena saya adalah ksatria yang akan menolongmu, Putri cantik dari naga jahat.” – Elang
Tema: Cinta Dunia Maya (dominan), Cinta Palsu, Cinta Dua Generasi
Di dunia maya, khususnya jejaring sosial kita bertemu dengan segala macam orang yang belum kita kenal. Kepribadian seseorang yang sesungguhnya sulit ditebak, dan kadangkala malah memakai topeng seribu kepalsuan. Jadi, hal terbaik yang bisa kita lakukan hanya memegang prinsip kita sendiri. Mungkin Elang memberi contoh yang tak patut ditiru, namun setidaknya dia masih punya prinsip seperti ksatria yang memiliki zirah dan perisai. Hati-hatilah, hai Putri cantik samaran naga jahat!

Kesimpulan secara keseluruhan, saya yakin seyakin-yakinnya, semua penulis di Grup House of Romance (HoR) ini telah mengerahkan jurus-jurus silat kata terbaiknya dalam Antologi Love Around You (LAY) ini. Lagipula, tujuh dari sepuluh kisah ini adalah hasil lomba Romance Story Audition (ROSA) yang diadakan HoR.
Perlu dijelaskan di sini, bahwa kebanyakan peserta dan pemenang lomba cerpen ROSA-LAY memilih tema “Cinta Dua Generasi”. Karena ada cerpen-cerpen dari kedua tema lainnya yang masuk antologi, jadi teman-tema itu ikut pula disebut.
Pemilihan genre, latar belakang, masa dan lokasi yang sangat luas dan bervariasi, di samping ada penggunaan sihir supranatural sebagai pemanis mungkin akan menimbulkan tanda-tanya di benak pembaca: Apakah semua “love” dalam antologi ini benar-benar ada “around you”? Jawabannya, “tidak” dan “ya”. “Tidak”, bila dicerna secara harafiah. “Ya,” bila pembaca mau mencoba merenungkannya dan membandingkannya dengan realita hidup di zaman modern ini.
Lagipula, beberapa cerita di sini terkesan ditujukan bagi pembaca berusia 17 tahun ke atas, jadi bukan teenlit seperti kesan pada cover depan. Satu lagi kelebihan kumcer indie ini adalah ada beberapa elemen cerita yang digarap dengan “berani”, yang biasanya “diredam” dalam terbitan-terbitan penerbit major. Elemen yang mana saja? Bacalah seluruh ceritanya dan anda akan tahu.
Nah, semoga tulisan saya di sini bisa membantu memperluas pemahaman pembaca sekalian. Alay Silebay, presenter AjibTV, melaporkan dari House of Romance. 

Love Around You - Kumpulan Cerpen House of Romance 

Penulis: 

10 kisah cinta dari 10 penulis Grup House of Romance dengan mengusung tiga tema berbeda. Cinta dua generasi, cinta palsu dan cinta dunia maya.


Kisah-kisah cinta di sekitar kita yang kadang terlupakan. Baik yang manis, memabukkan hingga pahit getir. Rasakan kejutan-kejutan saat menyelaminya satu-persatu.

LAY, Love Around You. A treasure book of love.

“Kau... janda?” - Bianka Golder, “One Night”

“Ya Tuhan, kumohon lancarkanlah jalanku
menuju hatinya.” - Neria, “Serenade”

“Orang luar mau omong apa itu urusan mereka
sendiri, bukan urusanku.” - Ayu, “Terbaik Untukku”

“Seorang pria dewasa memang seharusnya
mengeluarkan keringat untuk gadis yang dicintainya!”
- Dawson O’ Connel, “Loving Evelyne”

“Tidak pernah ada waktu yang tepat kalau dicari,
kita sendiri yang harus membuatnya.”
- Alia, “Sang Penjaga”

“Karena tidak semua orang memahami perbedaan ini.”
- @D_zen, “My Direct Message”

“Jika memang maut menghampiri salah satu di
antara kita berdua, biarkan kebahagiaan yang
menjadi akhir dalam kisah kita.”
- Aiko, “Lukisan Masa Lalu”

“Aku memutar waktu untukmu. Kita kembali ke masa
lalu bukan? Jadi apa yang ingin kaulakukan sekarang?”
- Timothy Hartwood, “What Goes Around Comes Around”

“Aku tak menyesal menggunakan satu-satunya
nyawaku untuk mencintai Claraku.”
- Gub. Jenderal, “Satu Nyawa Manusia”

“Karena saya adalah ksatria yang akan menolongmu,
Putri cantik dari naga jahat.”
- Elang, “Janji Ksatria Untuk Putri”

Penyunting: Dadan Erlangga, Majnun Jiddan, Petrus Jody
Pemeriksa Aksara: Catz Link Tristan, Lia Zhang, Liz Lavender
Pewajah Sampul: Dadan Erlangga
Penata Isi: L.L
Ilustrator: Dya Ragil


Paperback, 148 pages
Published February 27th 2013 by CV. Gloria Group
ISBN
9876021898
edition language
Indonesian
Untuk mendapatkan buku antologi "Love Around You" ini, silakan kunjungi situs-situs berikut ini:

Website House of Romance:  
http://houseofromance.wordpress.com 

Grup House of Romance di Facebook: http://www.facebook.com/groups/houseofromance

Entri di VadisWorld: http://vadisworld.blogspot.com/2013/02/love-around-you.html

Entri di Goodreads.com www.goodreads.com/book/show/17450961-love-around-you


Popular Posts