Pages
Vadis Channels News and Works | Music | Movies | Cars and Bikes | Gadgets | Properties | Pets | Cyber Shop | Evernade Saga | Martial World
Tuesday, August 28, 2007
Cerpen Online!
A Multiply website for Indonesian Short Stories and Aspiring Writers.
Selamat datang di Cerpen Online, silahkan menyalurkan bakat menulis anda, bisa berupa cerpen, cerber, puisi dll.
Silahkan Joint Group untuk bisa melihat seluruh cerpen yang ada.
My YM ID : freya_aurell
Tuesday, June 12, 2007
The Forgotten Heroes : Prolog
Prolog
Kehidupan dan Kematian
Orang besar diingat atas karya besar yang dibuat dalam hidupnya. Martir diingat atas pengorbanan yang diberikan melalui kematiannya. Seorang pahlawan, diingat atas keduanya, perjuangannya dalam kehidupannya maupun kematiannya. Orang-orang akan teringat, dan terinspirasi olehnya. Tapi, bahkan pahlawan yang terbesar pun tidak akan diingat selamanya. Pada akhirnya semua akan sirna dimakan waktu, kenangan akan terlupakan, buku-buku sejarah akan hancur menjadi debu. Lidah-lidah para pencerita akan semakin kaku dan kelu, menganggap semua itu tak berguna lagi untuk diceritakan. Mereka akan dilupakan, dan dunia tetap akan berjalan terus.
Aku Kuga, yang pada suatu waktu pernah disebut-sebut sebagai Sang Dewa Perang, panglima perang dan pendekar pedang yang tak terkalahkan. Ditakuti musuh-musuhku, yang gemetar tubuhnya ketika namaku disebutkan. Dicintai oleh rakyat dan ribuan prajuritku, yang rela mati demi aku di medan pertempuran. Namaku dinyanyikan oleh bocah-bocah di seluruh penjuru dunia ketika mereka bermain-main dengan pedang kayu. Akulah yang disebut orang-orang sebagai pahlawan terbesar yang pernah ada. Yang pada akhirnya, ternyata hanyalah seorang manusia bodoh yang tidak paham untuk apa sebenarnya aku hidup dan untuk apa sebenarnya aku mati. Tidak paham, untuk apa aku mendapat kesempatan hidup setelah matiku, dan untuk apa aku mendapat kesempatan mati setelah hidupku. Dan untuk itu, sebenarnya aku tidak pantas disebut sebagai orang besar, apalagi seorang pahlawan.
Kisah ini adalah kisah para pendahuluku. Mereka yang kehidupan dan kematiannya menjadi kenanganku kala aku kecil, menjadi inspirasi kala aku belajar memegang pedang. Bagiku, merekalah pahlawanku. Tapi, ketika aku tumbuh menjadi besar, aku melupakannya. Melupakan apa yang mereka perjuangkan kala hidup, dan apa yang mereka korbankan kala mati. Sesuatu yang seharusnya tidak boleh aku lakukan, jika aku ingin memahami apa yang menjadi tujuan sebenarnya kehidupan dan kematianku.
Kehidupan dan Kematian, bukanlah dua sisi mata uang yang dapat dipisahkan begitu saja. Kematian bukanlah kebalikan dari kehidupan, melainkan hanyalah ketiadaan dari kehidupan, seperti halnya gelap dari terang, atau sunyi dari bising. Lebih jauh lagi, ketiadaan itu mungkin bukan suatu akhir, hanyalah permulaan dari sesuatu yang lain. Aku sudah merasakannya. Tapi, aku masih tetap belum mengerti sepenuhnya.
Popular Posts
-
Mony3t apa yang berdiri di tepi jalan? Mony3top angkot! Kentang apa yang dingin? Ken Tangkuban Perahu malam²! 5 orang berjalan di bawah satu...
-
This is a display preview window for the skins made by vadis and other skin makers in: http://kickassinc.tk and http://www.jagoskin.com (In...
-
Beda Suka-Sayang-Cinta * Saat kau MENYUKAI seseorang, kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri. * Saat kau MENYAYANGI seseo...
-
vadis This album was sent by vadis@cbn.net.id through the Multiply web site. To add a comment, join Multiply if you haven't a...
-
Now if we want to challenge the Koreans in the GetAmped World Championships, you guys must check how they play the game everyday. One thing ...
-
One Tough Woman Originally uploaded by vadis . So many tough women, hard working and bearing heavy burdens every day and all the time. So m...
-
The French estoc or English "tuck" was a variation of the longsword focused intensely on fighting against chain mail or plate a...
-
Right-o! Here's a shortcut to GetAmped - Audition Skins (Audi Skins) links in http://www.rsaga.com/ as described by OctoberFlames in Pl...
-
Bihänder From Wikipedia, the free encyclopedia (Redirected from Zweihander) Jump to: navigation, search 16th century zweihanders, image (c) ...
-
BAJAWA GITA Andry Chang Inilah pelarianku. Setiap kali aku duduk di sini, menyesap cairan hitam yang pahit berpadu m...