Showing posts with label vadisnotes. Show all posts
Showing posts with label vadisnotes. Show all posts

Sunday, October 02, 2011

bullet train speed demo.3GP




this is only to demonstrate the effect of traveling by bullet train.
average speed = 250-300 km/hour
top speed = 350 km/hour
traveling from Guangzhou to Wuhan, China

Saturday, February 12, 2011

This is my story

Saksikan kisah sukses: sebuah cerita tentang seorang siswa istimewa yang belajar bahasa Inggris di EF dan memenangkan berbagai penghargaan dunia. Dimanapun Anda berada, Rusia,Cina,Indonesia ataupun di belahan dunia lainnya, Anda dapat membuat film ini dalam hitungan menit. Lihat masa depan Anda lebih cemerlang.
Link

Haha lookie me, Vadis, God of GetAmped SkinMaker in the world meeting Obama! (ew the dream is true, though). Go go www.kickassinc.tk!
Still, I am yearning to contribute for the world to be a better place to live in.
And, I got a real creepy feeling that the movie might be true, though I didn't study in EF (but I'd love to for TOEFL)

Friday, August 20, 2010

Jak Jam! A Rap Lyric

Description:
Jak Jam! A Rap Lyric by Andry Chang
(Indonesian Language Version)

Ingredients:
(Chorus)

Jak Jam, Jam, Jak Jam, Jak Jam (3x)
Jak Jak Jam, macetnya jalanan kotaku

Jak Jam, Jam, Jak Jam, Jak Jam (3x)
Jak Jak Jam, itulah legenda kotaku

(1A)
Berkendara di Jakarta serasa petualangan
Setiap hari selalu kutemui tantangan
Ribuan, jutaan, mobil-motor di jalan
Berpacu, serobot, menyelip kiri-kanan

(1B)
Bus dan angkot ngetem di tengah jalan
Berebut penumpang demi kejar setoran
Karena bensin mahal, motorpun menyemut
Nyamannya mobil pribadi terpaksa menyusut
(Chorus)

(2A)
Memang benar peribahasa tua di jalan
Banyak waktu terbuang di sela kemacetan
Daripada nekad, lalu mati kecelakaan
Lebih baik sabar, merayap pelan-pelan



Directions:
(2B)
Kalau mobil penyok, tinggal klaim asuransi
Kalau badan bonyok, tak dapat sesuap nasi
Bak buah simalakama, silakan pilih sendiri
Pikirkan nasib keluarga-anak-istri
(Chorus)

(3A)
Tiap kali turun ke jalan, terpaksa harus menahan diri
Pada para pengendara yang maunya menang sendiri
Kadang aku juga nekad, demi mengejar waktu
Kalau lihat polisi, baru sadar perilaku

(3B)
Tak nekad, pasti tak dapat jalan
Saling salip sudah jadi kebudayaan
Banyak solusi, malah menambah keruwetan
Inikah dinamika hidup di perkotaan?
(Chorus)

(4A)
Kalau kita ingin membuat perbedaan
Jalan keluar ‘tuk atasi keadaan
Sebaiknya dimulai dari diri kita sendiri
Kembangkan sikap sopan, halus budi pekerti

(4B)
Taati peraturan, itu yang terpenting
Dengarkan musik lembut, biar hati tenang
Kembangkan budaya pintar dan bijaksana
Atau kalau bisa, pindah ke lain kota
(Chorus – Fade Out)

Tuesday, November 24, 2009

Pahlawan Jalanan, Bukan Raja Jalanan

Berkendara ataupun berjalan kaki di jalan-jalan Jakarta bisa jadi mimpi buruk. Nyaris semua penduduk Jakarta mengalaminya hari demi hari, dan kerap kali budaya mimpi buruk di jalan tersebut sampai terbawa dalam budaya kerja, budaya berumahtangga maupun bermasyarakat.

Tak perlu data empiris untuk mendefinisikan budaya berkendara di Indonesia, yang prinsip dasarnya antara lain sebagai berikut:

“Kalau nggak nekad, nggak dapat jalan”
“Mengalah itu bodoh, payah dan cupu, kalau lincah dan sering menyalip baru jagoan”
“Alon-alon asal kelakon”
(Supir angkot yang ugal-ugalan) “Biarpun harus ugal-ugalan, salip kiri-kanan, potong jalan, yang penting kejar setoran”
(Supir truk yang kurang profesional) “Mobil besar = raja jalanan”
“Polisi tidak harus mengikuti aturan lalu-lintas, hanya menegakkannya saja”
“VVIP datang, semua minggir! VVIP pantang kena macet karena ada VVIB (very-very important business)”
… dan masih banyak lagi.

Oke, saya tak mengatakan prinsip-prinsip budaya di atas itu positif atau negatif, anda sendirilah yang menilainya.

Satu hal yang pasti, dengan sarana angkutan umum yang kurang aman dan nyaman, jumlah kendaraan pribadi yang makin membludak apalagi makin banyak orang yang beralih dari berkendara dengan mobil dan angkutan umum menjadi motor, ditambah budaya-perilaku negatif di jalan membuat resiko kecelakaan di jalan meningkat pesat. Nyawa manusia yang adalah darah-daging yang lemah seakan makin murah, setiap saat bisa hilang, lebih gawat daripada mengarungi rimba belantara.

Solusinya? Dalam kekacauan ini, kita butuh pahlawan, mereka yang berjuang sekuat tenaga mengubah keadaan jadi lebih baik, membuat jalan raya menjadi tempat yang lebih nyaman dan aman bagi semua. Kita bisa jadi para pahlawan itu: Pahlawan jalanan, bukan sekedar raja jalanan.

Caranya? Bagaimana bisa? Bukankah orang-orang yang sok jadi pahlawan biasanya malah jadi martir?

Cara menjadi pahlawan di jalan raya sejati adalah dengan mengembangkan kepribadian diri sendiri yang berbudi luhur, menghargai semua pengguna jalan lain (walau bagaimanapun menyebalkannya) dan mengembangkan keterampilan berkendara di jalan yang cerdas, defensif (kebalikan dari agresif), aman dan hemat bahan bakar. Untuk mobil, metode yang disebut “Driving Skills for Life” ini dapat disimak dalam situs http://www.dsflindonesia.com, atau langsung ke link ini (Sepuluh Tips Driving Skills for Life, tips perawatan mobil dan berkendara aman)

Melihat ini, anda mungkin bilang, “Ah, teori! Bagaimana bisa metode yang dikembangkan oleh Ford di Amerika itu diterapkan di Indonesia, terutama di Jakarta dengan ‘Jak-Jam’ (kemacetan yang tak kalah legendaris dari Bangkok Jam) dan penuh pengemudi barbar dan kejutan yang mengintai setiap saat?”

Jawabannya, kita tidak perlu ngotot untuk menerapkan semua prinsip Driving Skills for Life ini dengan sempurna sekaligus. Kita cukup melatih diri secara disiplin hingga menjadi kebiasaan berkendara kita tanpa harus mengingat-ingat lagi dan menyesuaikan sikap dan tindakan kita dengan situasi, terus berusaha mengurangi resiko kecelakaan secara berangsur dan bertahap.

Contoh nyatanya adalah dari beberapa situasi yang saya lihat dan hadapi sendiri saat mengemudikan mobil, yang coba saya ingat-ingat beberapa hari setelah mengikuti sesi “Driving Skills for Life” yang diadakan oleh Ford dan Indonesian Defensive Driving Course (IDDC) di Pesta Blogger 2009, 24 Oktober yang lalu.

- Saat berbelok, mobil saya disalip dan dipotong oleh mobil yang ngebut. Mungkin dia terburu-buru. Saya pelankan mobil, atur momentum dan berbelok dengan lancar.

- Dalam kemacetan, saya berhenti tak terlalu dekat dengan mobil di depan, motor-motor lantas berseliweran masuk dan berhenti dalam posisi memotong di depan mobil. Saya coba untuk sabar dan tak maju lagi agar motor tak bisa lewat seperti kebiasaan dulu.

- Di sisi kiri jalan ada kecelakaan, orang bersepeda yang menyeberang jalan jadi korban tabrak lari. Motor-motor berhenti mendadak mengerubungi TKP. Saya berusaha cepat tanggap dan tak terpengaruh rasa penasaran, hingga melewati kerumunan dengan aman. Ngeri juga seandainya saya yang jadi pelaku tabrak lari itu…

- Macet total, hingga menghabiskan waktu 1 jam di mobil. Untuk mengusir kebosanan dan kemungkinan mengantuk, saya terus mendengar siaran radio yang lagu-lagunya enak dan segar dan jarang ada talk show (selama ini cukup membantu meningkatkan konsentrasi). HP berdering. Saya coba untuk tidak mengangkatnya, tapi terus ditelepon lagi. Saya angkat, bilang “Maaf, saya sedang mengemudi, nanti saya hubungi balik” dan setelah dapat tanggapan, “Ya,” saya tutup telepon.

- Saat akan pindah jalur, banyak mobil yang melaju kencang dari kanan belakang dari blind spot yang tak terlihat di kaca spion kanan. Untung saya menengok sedikit, agak kaget juga tapi langsung konsentrasi lagi. Pindah jalur lancar.

- Ada mobil modifikasi lewat, wow, velgnya keren sekali! Uups, jangan lupa lihat ke jalan di depan, jangan hilang konsentrasi.

Nah, itu tadi baru sedikit contoh usaha saya menerapkan kebiasaan mengemudi yang sudah lama saya terapkan dan dicerahkan lebih lanjut lewat metode 10 Tips “Driving Skills for Life”, sekaligus mengubah beberapa kebiasaan untuk nekad, iseng di jalan seperti pada video di bawah ini:

Video: Tailing A Ferrari (diposting tanggal 13 Agustus 2008)

Sumber: http://www.youtube.com/watch?v=mnsbhwgQp5I oleh Andry Chang (BJ Vadis)

Terus terang, dari rekaman video di atas, itu adalah salah satu tindakan terbodoh dan ternekad yang pernah saya lakukan, karena tergoda dan teralihkan oleh Ferrari dan niat untuk iseng.

Terus terang, saya adalah pengemudi yang jauh dari sempurna, dan DSFL makin menyadarkan saya untuk tak mengulangi kesalahan semacam ini lagi (juga sederet kesalahan lain) dan lebih berkonsentrasi mengemudi sebagai “tugas utama yang tak dapat disambi dengan aktivitas lain” sekaligus mengurangi sifat egois dan mau menang sendiri, yang maunya hanya nyaman dan aman di jalan untuk diri sendiri, masa bodoh dengan orang lain.

Saya belajar tentang hidup dari pengalaman berkendara di jalan – arti sebenarnya jadi “dewasa / tua di jalan”. Saya mungkin tak harus jadi pahlawan, tapi saya jelas tak ingin egoisme membuat saya jadi pembunuh, penghancur yang mencelakakan orang lain. Saya jadi makin sadar, kalau saya tak berubah jadi lebih baik, cara berpikir saya tak lebih baik dari prinsip-prinsip budaya ala supir angkot ugal-ugalan yang saya sebut di awal posting ini.

Kesimpulannya, tempat paling aman dan paling berbahaya di dunia ini adalah dalam benak kita sendiri. Oleh karena itu, jagalah akal kita tetap sehat dan kembangkan kepribadian berbudi luhur, peduli dan penuh tanggung jawab saat turun ke jalan di belakang kemudi.

Jadilah pahlawan sejati, pahlawan yang selalu berusaha melindungi nyawa orang lain dengan cara mengemudi yang defensif, aman dan melestarikan lingkungan hidup dengan metode hemat energi. Jadilah pahlawan yang membuat dunia jadi tempat yang lebih baik, dan jalan raya menjadi tempat yang lebih nyaman dan aman milik kita semua.

- Andry Chang a.k.a. BJ Vadis
Untuk www.dsflindonesia.com dan Ford Motor Company

Wednesday, July 22, 2009

Ode to the Palm Islands

Ingredients:
Ode to the Palm Islands


O’ my sweet homeland Indonesia
A land of beauty, o’ my greatest love
So pure and rich, my home worth dying for
The flawless diamond I adore

O’ my sweet homeland I am longing for
Though I’m far away you are always close
I miss the sand and sparkling golden grains
I shall come home again

Palm trees on the beach, waving in the breeze
Like a princess sing, to valiant prince
Palm isles I adore, always in my soul
O’ my sweet homeland Indonesia

Directions:
Translated from:
Rayuan Pulau Kelapa – Ismail Marzuki

Tuesday, January 13, 2009

FireHeart Radio Review in PRO-2 FM!

Start:     Feb 8, '09 3:00p
End:     Feb 8, '09 5:00p
Location:     Pro Resensi di radio RRI PRO-2 FM (105.00 MHz)
Guys, ada acara nih!
Novel Fireheart - Legenda Paladin Buku Satu: Sang Pemburu
rencananya akan diresensi dalam acara
Pro Resensi di radio RRI PRO-2 FM (105.00 MHz)

Jadwal: 8 Februari 2009
Pukul 15:00 / 16:00

Selain acara bedah buku, juga akan ada kuis berhadiah.
Jadi, teman-teman, tune-in dan terima kasih untuk dukungannya!

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai Pro Resensi, kunjungilah blognya di:
http://proresensi.multiply.com/

Sunday, December 21, 2008

FireHeart E-Zine

http://fheart.multiply.com/
Inform, Indulge and Inspire

FireHeart E-Zine is an interactive internet magazine where you can contribute and share for the good and benefit of the society and world. You can post anything: thoughts, news and fun stuff as long as it is not offensive. This e-zine group is open and free for all people around the world, and is mainly in English language.

Post regulations: Please post only positive and entertaining materials. You may advertise your products, businesses and services as long as it's beneficial for all. DO NOT post anything of hate, undermining and discrimination, harmful materials like porn and abusive things, or you will be flagged and banned!

This is an affiliation of Vadis E-Zine (http://vadis.multiply.com) For more about Vadis E-Zine, FireHeart Saga and works of Andry Chang, please refer to http://fireheart.tk, http://fireheart-vadis.blogspot.com and http://vadis.tk

Tuesday, October 14, 2008

Job Opportunity: Overseas Business Unit

Category:   Other/General

Some Think Local Market.

We Think Global Opportunities.

Overseas Business Unit (OBU)

Dexa Medica

IT IS OUR VISION TO BRING DEXA MEDICA TO BECOME REGIONAL & GLOBAL PLAYERS !

Starting In 1993 for the first time Dexa Medica exported its products to overseas. Now, Dexa has been exporting to more than 15 countries around the world, especially in ASEAN & surrounding and African Countries. We have more than 100 dedicated & highly motivated marketing teams in 6 Countries : Philippine, Vietnam, Cambodia, Myanmar, Sri Lanka and Nigeria. This year, we will start expand to Thailand market and some other countries.

In achieving our vision to be a regional and global player, we need talented and competent people to join us and together we make our vision complete.

Vacant positions :

1. Country Manager (CM)
2. Management Development Trainee (MDT)


General Requirements :

a) Ready to be assigned abroad for a minimum of 3 years (for MDT after passed MDT’s program)

b) Good communication and proficiency in spoken (& presentation) and written English.

c) Strong in analysis, detail and strategic thinking

oHighly motivated to become global players

Specific Requirements :

1. Male, max 35 years old (no. 1)

2. Male, single, max 25 years old (no.2)

3. Last position min as a Sales Manager or Product Manager or Branch Manager at Pharmaceutical Company (no. 1)

4. Last position as a Product Executive at Pharmaceutical company (no.2)

5. Min bachelor degree (no.1, 2)

6. Background in medical/pharmacy will be an advantage (no.1)

7. Background in medical/pharmacy is A MUST and GPA min 3.00 (no.2)

Please submit your application & your recent photograph and send it to recruitment.obu@dexa-medica.com Before 15 November, 2008. Only short list candidates will be proceed.

If you think you are only a local players, you are.

If you think you can be a global players, you can.

Success begins with your own will. It's all in your state of mind.

Life’s battles are not always won by those who are stronger and faster ;

Sooner or latter the person who wins is the person who thinks he can.

There is no mountain you cant conquer !

PT. Dexa Medica

Overseas Business Unit

Saturday, September 27, 2008

FireHeart - Legenda Paladin: Sang Pemburu

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Science Fiction & Fantasy
Author:Andry Chang
Novel pertama dari Trilogi FireHeart - Legenda Paladin
telah terbit!

Judul:
FireHeart - Legenda Paladin
(Buku Satu) Sang Pemburu
Oleh: Andry Chang

Penerbit: Sheila, sebuah imprint dari CV. ANDI OFFSET (Penerbit ANDI)
Bahasa Indonesia (hanya untuk pemasaran di Indonesia)
Desain Cover: Weny
Ilustrasi Dalam Novel: Andry Chang

Dimensi/Ukuran: 13,1 x 18,8 cm
Tebal: 492 halaman + 10 prolog = 502 halaman
(Belum termasuk kata pengantar dan halaman2 ilustrasi / pembuka bab)

Genre: Fantasi (Medieval Epic Fantasy)
Website Penerbit: www.andipublisher.com

Tersedia di toko-toko buku kesayangan dan terkemuka di kota anda!
Untuk keterangan lebih lanjut, bacalah artikel2 tentang FireHeart di website ini atau website FireHeart di www.fireheart.tk

Majulah, Wahai Paladin! Penuhi Takdirmu!

Cuplikan di Cover Belakang:
Robert terkapar di lantai, kelelahan, dan terluka di banyak titik di sekujur tubuhnya. Dar'gum berdiri di atasnya dan mengacungkan kapak il Khatl J'nadh pada leher Robert.

"A'bong, adikku, inilah musuhmu, takluk di bawah kakiku. Aku telah mengalahkannya untukmu dan kini, aku mempersembahkan darahnya untukmu agar kau dapat beristirahat dengan tenang."

Sambil berkata begitu, Dar'gum mengayunkan kapaknya. Carolyn berteriak histeris, "TIDAAAK!!"

Carolyn terperangah ngeri. Kapak Orc itu tertancap di tanah, dengan lebih banyak noda darah pada bilahnya...

Friday, July 11, 2008

[vadisworld - my way, my world] Are Girls Materialistic?

Well, I just heard an interesting topic in a local radio, asking around about "Are Girls Materialistic?" and that made me think.

As a matter of opinion, I think all girls nowadays are not exactly materialistic.
It's all about lifestyle and how they spend their money. Hey, boys and men have lifestyle too.
For instance, girls usually spend their money on shopping cosmetics, dresses, jewels and such, and boys on games and 'boy toys' like automotives, sporting goods and games.

Now, at a certain point, if they (boys and girls alike) prioritize their lifestyle above all else, if they prioritize 'worldly pleasures' above their calling, that's where 'materialistic' comes in.
So, define materialistic. It's preferring to worldly pleasures and lifestyles above callings that mostly are a contrast to pleasure.

The more common thing we find on modern women is, they prefer stability and never want to sacrifice the lifestyle they achieved for anything.
Of course, not all of them are like that, and sometimes men also prefer stability. So we must view this in one person at a time, not the whole gender.

One thing we can use to measure the extremity of lifestyles is: If the calling demands us to go to Africa to help the poor and the hungry, or the one who cares for you most is not 'strong' and 'stable' financially, which one will you choose?
Stability - current lifestyle or your calling - your true love?
Lifestyle or God?

Answer that for yourself. I'm not the one to judge. It's your life.
And always remember, keep a good software for your mind.

Written by: BJ Vadis
Software for Your Mind


--

Posted By vadis to vadisworld - my way, my world at 7/11/2008 03:47:00 AM

Wednesday, July 09, 2008

[Fantasy Worlds Indonesia] Seratus Hari

Seratus hari sudah kami terkepung di sini.
Seratus hari sudah kami tak bissa menutup mata. Takut, sekali mata tertutup, tertutup selamanya.
Rasa lapar menyiksaku. Namun, yang membuatku bagaikan di neraka adalah erangan anak-anak dan ratapan mereka yang baru jadi janda, yang kehilangan anggota keluarga dan kehilangan kekasih. Kota hancur lebur, hasil tembakan ketapel raksasa dan ballistae musuh.
Pasukan musuh terlalu kuat. Kapankah bala-bantuan datang? Kami hanya bisa bertahan di sini. Menang? Mustahil. Menyerah? Berarti mati. Musuh hanya ingin menghancurkan kami, bukan menjajah.
Ah, aku tak tahan lagi. Kuberanikan diriku. Kuajukan diriku pergi keluar kota mencari bala bantuan. Dan di sinilah aku, menyamar sebagai musuh, hanya menyandang pedang di punggung. Perutku sedikit terisi, dan di tanganku terisi harapan dan nasib seluruh penduduk kota.
Aku berhasil menembus kepungan musuh tanpa dikenali. Dengan sisa tenagaku, aku terus berjalan, kadang berlari. Petunjuk dari kota: Pasukan bala-bantuan sedang menuju kemari. Waktu sangat mendesak, aku harus cepat, tak boleh berhenti.
Kuikuti jalurnya terus, tapi aku terhenyak menyaksikan pemandangan ini. Pasukan bala-bantuan telah terbantai habis. Ngeri aku, meledaklah tangis. Harapan kotaku sudah habis. Hancur, lebur, berakhir tragis.
Tapi tidak, masih ada yang bisa kulakukan. Kupakai lagi seragam serdadu musuh yang gugur itu. Kembali ke kota, menyusup di antara para pengepung. Berbagai rencana beredar dalam otakku.
Pertama-tama, kuhampiri tenda perbekalan musuh. Kusulut api, kebakaran, kekacauan terjadi. Pura-pura sibuk memadamkan, menunggu kesempatan terbaik.
Dan datanglah dia, Sang Komandan musuh. Ialah yang seratus hari lalu menantang perang dan membunuh pahlawan kami. Kini, dalam kekacauan, tanpa zirahnya ia adalah sasaran empuk.
Hanya satu kesempatan. Satu saat. Satu kali coba.
Kuambil yang satu itu. Kuhunus pedangku, dan kuhampiri orang itu secepat kilat. Sebelum ia menyadari apa yang terjadi, kepalanya menggelilnding di tanah. Terpenggal.
Puas sudah aku. Ini prestasi terbesar dalam hidupku. Tampak jelas aku takkan sempat membuat prestasi yang lebih besar lagi saat semua prajurit musuh mengepungku. Rapat. Menutup semua jalan lariku.
Ya, aku tahu. Inilah akhir perjalananku. Tak satupun kusesalkan tindakanku. Kuayunkan pedangku tanpa jeda, sampai tak bertenaga lagi tanganku, sampai titik darah penghabisanku.
Itulah yang terjadi, Sang Penguasa Akhirat. Aku tak tahu apakah kotaku terselamatkan berkat pengorbananku ini. Entah apakah musuh mundur, kehilangan pemimpin, kehilangan semangat tempur. Yang pasti, aku puas bisa menyumbangkan sesuatu bagi negeriku dan membayarnya dengan nyawaku.
Seratus hari sudah, dan aku takkan pernah lapar lagi.

Andry Chang
www.fireheart.tk


--

Posted By vadis to Fantasy Worlds Indonesia at 7/09/2008 01:30:00 AM

Sunday, April 06, 2008

Kue Lapis Legit Yulia's Cakes

Category:   Other/General
Price:   Rp 350.000,- (24x24) (2008)

Spesial dari Yulia's Cakes!
Kue lapis legit yang dibuat dari bahan-bahan alami dengan aroma khas, dengan pilihan mentega wysman atau mentega lain-lain.
Cocok untuk perhelatan keluarga dan jamuan bagi kerabat dan handai taulan.
Untuk pesanan, hubungi: Ibu Yulia (021-30679099), Ibu Susanti (021-6397361)
atau lewat email ke vadisworld-at-yahoo-dot-com

Harga (Per 7 April 2008)
Kue Lapis Biasa Rp 350.000,- (24x24cm)
Kue Lapis Prem Rp 375.000,- (24x24cm)

Catatan: Harga belum termasuk ongkos kirim di Jakarta (Rp 10.000,-). Hanya melayani pengiriman untuk Jakarta Barat, Utara dan Pusat dan sekitar Sudirman-Thamrin-Rasuna Said. Selebihnya untuk pengambilan dsb bisa dibicarakan lewat telepon.
Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan tanpa diupdate di website ini.


Tuesday, November 27, 2007

[vadisworld - my way, my world] Kenny Rogers' Roasters at PacificPlace

1/4 Chicken Meal With Garden PastaSalad, Mashed Potato & Fettuccini

Hey look at some happy customers here!



1/4 Chicken Meal with Savory Rice, Garden Pasta Salad, Coleslaw






Lunch in Kenny Roger's Roasters filled my day with superb taste sensation of chicken roasted with natural citrus, herbs and spices. The American Country Style culinary adventure indeed!




I tried 1/4 Chicken Original (with Mushroom Sauce) plus side dishes of Garden Pasta Salad, Coleslaw and Savoury Rice and Choco Raisin Muffin, and the taste is really something to remember, not just a stomach-filler. Truly, it's one of the best roasted chicken I've tasted so far. The warm-served muffins are also very tasty and refreshing.




Situated next to Kem Chicks Supermarket, KG Roasters is simply the next stop for shoppers for a great meal and good time with family and friends. Well, I expected something more: Live music or soothing country music from Kenny and friends. However, the hustle and bustle in the supermarket, the one-walled, open-for-all ambience only left the memory of food sensation in my mind. No point spending more than one and half hour or so chatting there. Just eat slowly, talk a bit, and just go and see what Pacific Place has in store next. (Hey, it was lunch anyway, not some romantic, country-style dinner).




The price worth the food.




Try Kenny's specials:


Original / Black Pepper Roast Chicken, Caesar Salad, Round-Up Platter Salad, Country Style Soups.


Special drinks: Fruity Jelly Delight, Jelly Sundae, Fizzy Float (Spring, Summer, Autumn, Winter)




Ratings:


Food: * * * *


Atmosphere: * * *


Service: * * *


Price: $ $ $


Noise: * *



--

Posted By vadis to vadisworld - my way, my world at 11/27/2007 03:51:00 AM

Tuesday, October 30, 2007

A Vein Prediction

I don't know why, since I spotted Dreams Blog some time ago, I began to try remembering my dreams for some extra notes here, and here's one of 'em from my dream in October 29, 2007.

A woman came and talk with me, and suddenly she probed my arm. She could actually see my veins. She said, "Your veins are like a dead man's. They're so deep and dense, meaning that almost all subjects in the world are beyond your reach and you cannot master them. Only a bit of this and a bit of that."

Then she probed the veins on the back of my hand, but I can't remember what she said.
And suddenly, I found myself wandering in a mortuary.

Full of nonsense, huh? After all, it's just a dream and I don't know that woman at all.
But her words were so real and (somewhat) true. Believe it or not? I only believe in God.
(BJ Vadis, for http://vadisworld.blogspot.com)

Saturday, September 15, 2007

[vadisworld - my way, my world] Beda Suka-Sayang-Cinta

Beda Suka-Sayang-Cinta


*  Saat kau MENYUKAI seseorang, kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri.
*  Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri.
*
  Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya

walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.

*  Saat kau menyukai seseorang dan berada
disisinya maka kau akan bertanya,"Bolehkah aku menciummu?"
*
  Saat kau menyayangi seseorang dan berada disisinya maka kau akan bertanya,"Bolehkah aku memelukmu?"
*
  Saat kau mencintai seseorang dan berada disisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya...

*
  SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata "Sudahlah, jangan menangis."
*
  SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya.
*  CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis dipundakmu sambil berkata, "Mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama. "

*
  SUKA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata,"Ia sangat cantik dan menawan."
*
  SAYANG adalah saat kau melihatnya kau akan melihatnya dari hatimu dan bukan matamu.
*
  CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata,"Buatku dia adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku.."

*
  Pada saat orang yang kau SUKA menyakitimu, maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.
*
  Pada saat orang yang kau SAYANG menyakitimu, engkau akan menangis untuknya.
*
  Pada saat orang yang kau CINTAI menyakitimu, kau akan berkata,"Tak apa dia hanya tak tau apa yang dia lakukan."

*
  Pada saat kau suka padanya, kau akan MEMAKSANYA untuk menyukaimu.
*
  Pada saat kau sayang padanya, kau akan MEMBIARKANNYA MEMILIH.
*
  Pada saat kau cinta padanya, kau akan selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus...

*
  SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan.
*
  SAYANG adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan.
*
  CINTA adalah kau akan menemaninya di saat bagaimana keadaanmu.

*
  SUKA adalah hal yang menuntut.
*
  SAYANG adalah hal memberi dan menerima.
*
  CINTA adalah hal yang memberi dengan rela. 

 

 




Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
Play Sims Stories at Yahoo! Games.


--

Posted By vadis to vadisworld - my way, my world at 9/15/2007 06:32:00 PM

Popular Posts