Showing posts with label resensi. Show all posts
Showing posts with label resensi. Show all posts

Tuesday, October 16, 2018

Fourger Inc. Review by Andry Chang


FOURGER, Inc.
#CIAYOCOMICS #KOMIKCIAYO
A Review by Andry Chang
https://www.ciayo.com/id/comic/fourger

Lho, ada walking dead?
Sekadar berkomentar, mungkin saya, tak ubahnya dengan para pembaca lain umumnya sudah menanam mindset bahwa Fourger, Inc. adalah webcomic bertema dan bergenre action (aksi) murni. Itu berarti tak melibatkan sihir, kekuatan gaib, kekuatan gelap, makhluk-makhluk gaib dan semacamnya. Nuansa action jelas konsisten sampai akhir Season 1.

Namun, memasuki Season 2, segalanya berubah sejak “The Dark” datang. Masalahnya, dalam Organisasi “The Dark” itu ada anggotanya yang adalah seorang penyihir. Tak hanya itu, cerita mulai melibatkan hal-hal gaib seperti zombie, banyak zombie. Ditambah pula, ada urusan di sebuah pulau terpencil yang melibatkan “pohon gaib” dan sesosok raksasa ungu. Tak ayal, genre cerita yang semula adalah “pure action” itu berubah drastis menjadi “supranatural” dan cenderung ke arah “urban fantasy”.

Hello big guy! Twist him :p

Menyimak komentar-komentar yang ada, reaksi para pembaca cukup beragam antara pro dan kontra. Saya sendiri tidak ikut berkomentar di sana. Hanya saja, andai saya jadi penulis ceritanya saya akan bilang “the show must go on” dan kalau memang sudah mengarah ke satu tujuan, saya akan terus berjalan ke titik akhir tujuan itu. Namun sayang, karena satu dan lain hal yang tidak saya ketahui sebabnya dan tidak saya tanyakan langsung pada kreator/author (“thor”)-nya, Fourger, Inc. selesai begitu saja di tengah Season 2.

Entah apakah pihak Ciayo Comics sudah punya rencana atau belum untuk melanjutkan Fourger, Inc. di masa depan, cepat atau lambat, saya jadi tergelitik menyampaikan sedikit pemikiran. Beberapa peristiwa dalam cerita Fourger, Inc. memakai latar peristiwa/berita yang sedang atau pernah “panas” di Indonesia, contohnya Bom Perempatan Sarinah-Thamrin di Jakarta. Penempatan “cerita di balik fakta” ini sebenarnya punya dua sisi, dan itu tergantung pula pada selera pembaca. Ada pembaca yang “percaya” atau suka pada fakta alternatif itu, tapi ada pula yang tidak. Makin banyak yang “percaya”, makin ramailah subscriber cerita jenis ini.

Oh hello! Are you Dr. Strange's evil twin?
Tak apa, biarlah formula “cerita di balik fakta” ini tetap dan digunakan secara konsisten dalam “Fourger, Inc.” sehingga menjadikannya webcomic yang lebih berbobot daripada hanya gebug-gebugan dan “see bad guy, shoot bad guy” saja. Masih banyak yang bisa dikembangkan dari para tokohnya yaitu Justice, Flower, 404 dan Robot.

Akhir kata, entah berlanjut atau tidak, apakah akan diremaster atau bahkan di-reboot, Fourger, Inc. tetap adalah karya “Ciayo Original” yang saya pikir adalah salah satu “pilot project” Ciayo Comics.  Karena itulah, bilamana ada kesempatan lagi, meminjam semboyan #EvernaSaga, silakan “Come fourth and fourge your destiny.”

---------------------------

Jika aku menjadi CEO CIAYO Comics, maka aku akan mengajukan konsep CIAYO sebagai integrated platform satu pintu, baik untuk webcomic, games, komik konvensional, termasuk novel, visual novel dan light novel. Karena aku adalah CEO Vadis Entertainment, produsen IP multimedia. #CiayoBooks, anyone?

Monday, October 03, 2016

THE REAL SI DOEL - Review: Rano Karno: Si Doel

Rano Karno: Si Doel Rano Karno: Si Doel by Gol A. Gong
My rating: 3 of 5 stars

THE REAL SI DOEL

Saya beli dan baca "Rano Karno: Si Doel" di acara launching buku tersebut di Indonesian International Book Festival, 2 Okt 2016 di JCC Jakarta.

Diberi kesempatan dalam sesi tanya-jawab, saya bertanya ke Bang Rano Karno, siapa selain orangtua abang yg amat kuat menginspirasi abang? Jawabnya, salah satunya Si Doel di buku Si Doel Anak Jakarta, yang beliau baca waktu masih kecil. Si Doel Anak Jakarta

Si Doel ikut menginspirasi setiap langkah beliau dari anak bawang di "Gang Tai" hingga menemukan bakat seni yang dikembangkannya, menjadi "Si Doel yang nyata" hingga menjadi salah seorang aktor terbaik di Indonesia, bahkan kini menjadi Gubernur Banten.

Rano Karno, Bapak Gubernur Banten di acara Launching "Si Doel" 2 Oktober 2016

Saya jadi teringat Toyotomi Hideyoshi, yang lebih dari 10 tahun terakhir ini menginspirasi saya untuk mengembangkan bakat yang saya semula pikir tidak dan tidak akan pernah saya miliki. Mungkin saat ini saya belum berprestasi setinggi Bang Rano, namun saya percaya suatu hari saya pasti bisa meraih bintang-bintang saya sendiri. Terima kasih untuk inspirasi yang abang berikan pada saya lewat buku abang ini. Juga terima kasih pada dukungan Bang Gol A. Gong, tentunya.

Yah, untuk para pembaca lain, bila kalian mencari cerita2 dengan narasi yang runut, autobigrafi ini lebih banyak mengutarakan pemikiran penulisnya, kisah hidup beliau secara singkat-jelas-padat dan pendapat beliau mengenai berbagai hal yang harus saya akui, cukup "out-of-the-box". Inilah ciri-ciri seorang visioner, tak peduli apa kata orang. Jadi, bila kalian mencari sumber inspirasi tentang bagaimana cara berpikir seorang seniman yang penuh improvisasi dapat membawa perubahan berarti dan prestasi, buku ini layak disimak kata-demi-katanya.

Hingga ke saya berdiri untuk itu. Di sana.

View all my reviews

Goodreads Link: https://www.goodreads.com/book/show/32304214-rano-karno

Friday, May 22, 2015

4 MUSIM CINTA VadisReview




4 Musim Cinta


Apa kau percaya jika satu hati hanya diciptakan untuk satu cinta? Barangkali beruntung orang-orang yang bisa jatuh cinta beberapa kali dalam hidupnya. Tetapi aku yakin, lebih beruntung mereka yang sanggup menghabiskan hidupnya dengan satu orang yang dicintai dan mencintainya.

4 Musim Cinta adalah sebuah novel yang bertutur tentang lika-liku kehidupan cinta empat birokrat muda: satu wanita, tiga pria. Gayatri, wanita Bali yang merasa berbeda dengan wanita-wanita pada umumnya. Gafur, pria Makassar yang menjalin kasih dengan seorang barista asal Sunda yang enggan menikah. Pring, pria Palembang yang nikah muda tetapi harus terpisah jauh dari istrinya karena tugas negara. Arga, pria Jawa yang selalu gagal menjalin hubungan dengan wanita. Mereka bertemu dan saling berbagi rahasia. Tak disangka, setiap rahasia kemudian menjadi benih-benih rindu yang terlarang. Persahabatan, cinta, dan kesetiaan pun dipertaruhkan.

Format:            Paperback, 332 halaman
Penerbit:          Exchange
ISBN13:          9786027202429
Website:          http://kaurama.com/exchange/


Pecinta Empat Musim di Negeri Dua Musim
Resensi dan Bedah Novel oleh: Andry Chang

(Perhatian: Mungkin mengandung Spoiler)

Menilik biodata para penulis yang berlatar belakang profesi serupa, yaitu Pegawai Negeri Sipil, khususnya di Direktorat Jenderal Perbendaharaan, tak heran novel “4 Musim Cinta” ini berlatar belakang kalangan birokrat di bidang kerja yang sejenis, bahkan pernah satu kantor saat bertemu. Mungkin inilah contoh kedekatan dan keakraban yang timbul karena kesamaan lokasi dan profesi – yang mana kadangkala sulit terwujud di kantor-kantor lain, karena faktor budaya kerja, watak para karyawan dan manajemen dan sebagainya.

Namun, apakah keempat tokoh utama itu lantas benar-benar beruntung bisa saling bersahabat? Apakah semuanya bisa selalu indah seperti musim semi? Mari kita tinjau para tokoh kunci dalam kisah ini.

Gayatri adalah “winter”. Ia adalah gadis yang cerdas dan berdedikasi tinggi hingga karirnya melejit. Karena wataknya itulah Gayatri cenderung terkesan perfeksionis. Seperti halnya musim dingin, ia membangun dinding-dinding es tebal yang membentengi hatinya. Seakan hanya pria yang wataknya “seperkasa” Hercules saja yang bisa menembus dan meluluhkan dinding itu. Sayangnya, entah karena beban pekerjaan yang berat ataupun faktor-faktor lainnya, Gayatri jadi sulit bertenggang rasa pada pria, dan menetapkan standar kedewasaan yang tinggi – atau lebih tepatnya – sekuat Hercules. Parahnya lagi, pria-pria yang makin dekat dengannya adalah seperti Adam – justru setelah menikah Adam jadi lebih dekat lagi dengan Gayatri. Dan Pring yang mampu meluluhkan hati Gayatri yang standar “taste”-nya juga tinggi, termasuk dalam hal puisi, lagu, kopi dan pembicaraan-pembicaraan yang cerdas dan/atau filosofis.

Pring adalah “spring”. Dialah pria yang mampu meluluhkan dinginnya es musim dingin dengan kehangatan musim semi yang penuh keindahan. Tapi Pring bukan dewa, dia manusia biasa. Parahnya lagi, statusnya kini adalah seorang suami. Tugas negara membuatnya harus jauh dari sang istri, dan yang paling gawat, Pring, seperti halnya pria pada umumnya, butuh kehangatan yang berasal dari kedekatan. Hanya keindahan dan kehangatan itulah yang dapat menghibur dan menghangatkan hatinya dari kesepian dan mengurai kekusutan akibat beban pekerjaan. Bila ia tak bisa mendapatkannya dari sang istri yang tinggal jauh, apa lantas ia harus menggali kehangatan itu dari rekan kerja yang dekat?

Arga adalah “summer”. Di negeri empat musim, musim panas adalah waktu libur sekolah yang biasa digunakan untuk berwisata dan bersenang-senang. Begitu pula dengan Arga, dia selalu bisa jadi teman yang baik bagi orang-orang di dekatnya, tempat untuk mencurahkan hati dan berbagi rasa. Mungkin sifat “easy going”-nya itu yang membuatnya terkesan tak terlalu serius dalam hubungan antar personal, tak begitu mampu menyentuh kedalaman hati orang lain, terutama lawan jenisnya. Pendeknya, dia tak terlalu dewasa. Apalagi sebenarnya Arga punya sifat emosional yang cenderung tersembunyi di balik topeng kecerdasan, pengetahuan dan tuntutan citra kerjanya yang profesional. Seperti bom waktu, tak bisa dibayangkan bila suatu hari emosinya sampai tersulut dan “meledak”.

Gafur adalah “autumn”. Dalam situasi musim gugur yang berangin, saatnya mencari tempat berteduh dalam kebersamaan. Sebenarnya Gafur sudah sangat siap menjadi “tempat berteduh” itu. Pasalnya, ia adalah seorang pria yang sebenarnya mampu mencintai wanita secara utuh, wajar dan tulus, cukup mapan pula. Sayang ia berhubungan dengan orang yang salah, orang yang masih ingin terus bertualang dan menganggap Gafur adalah “tempat berteduh yang kurang nyaman”. Akhirnya, setelah lama ditunda-tunda dan hubungannya “digantung”, Gafur menghadapi pilihan untuk mengejar karir dan impiannya atau terus berharap ikatan yang tak bisa ia simpul. Bisa ditebak, Gafur memilih yang pertama. Tapi apa hasil dan akibatnya?

Selain itu, ada juga tokoh-tokoh kunci lainnya sebagai berikut:

Dira. Menurut saya, sikap Dira ini menyebalkan. Kenapa? Bukannya bersyukur bisa memiliki hati Gafur yang notabene sudah cukup mapan, tulus dan dewasa, Dira malah terus menunda-nunda dan tak mau melangkah ke jenjang hubungan yang lebih tinggi. Saat Gafur ingin mengejar mimpi agar dapat lebih membahagiakan Dira, Dira tak mau “diikat” dulu. Mungkin Dira bercita-cita ingin hidup mewah dan menjalani gaya hidup hedonistis, dan surat-suratnya sering berpanjang-lebar. Entah mungkin mengira Gafur bakal terlalu lama jadi sukses atau hanya bosan, Dira malah berpindah ke lain hati. Siapa sasarannya dan apa akibatnya? Sebenarnya mudah ditebak, tapi silakan simak sendiri.

Indah, istri Pring adalah tipikal istri dan wanita pada umumnya yang rindu perhatian, kasih sayang, kehangatan dan juga bisa memperhatikan pasangannya. Sayang entah karena terlalu sibuk bekerja atau semacamnya, Pring yang sedang jauh jadi terlau lelah dan malas memberikan perhatian itu. Bisa jadi watak Indah terlalu polos, terlalu sabar, pura-pura tidak tahu tingkah laku Pring atau hanya mengikuti kodratnya sebagai wanita. Atau bisa jadi Indah memiliki pemikiran yang terbuka dan mampu berlapang dada, berbesar jiwa. Jadi ia lebih memilih cara-cara cerdas untuk mencari kebenaran dan menyelamatkan pernikahannya, daripada melulu berprasangka.


Plot (Jalan Cerita):

Nah, interaksi keenam tokoh kunci ini, ditambah tokoh-tokoh latar dari dunia kerja diramu sedemikian rupa, membangun hubungan yang tampaknya akrab tapi mengandung kepalsuan, rahasia-rahasia yang sengaja tak diungkap dan sikap saling berasumsi saja – yang mana itu sangat manusiawi. Misalnya, Pring berasumsi Gayatri sudah tahu ia sudah menikah, dan Gafur yang sudah tahu itu pula tak memberitahu Gayatri. Gayatri mungkin juga bisa mencari tahu lebih banyak tentang status terbaru Pring lewat Facebook atau semacamnya, seperti yang ia tak sengaja temukan pada “mantan”-nya, Adam. Tapi entah Pring tak punya akun Facebook atau selalu berahasia tentang dirinya, atau Gayatri yang sudah terbius habis oleh puisi-puisi Pring.

Jadi, berdasarkan sinopsis di atas mudah saja menebak siapa-siapa yang menabur benih-benih rindu yang terlarang, persahabatan siapa yang rusak, siapa yang mempertaruhkan kesetiaannya atau bahkan berkhianat karena menganggap yang satu lebih baik daripada yang lain. Siapa yang tampak tegar padahal amat rapuh, juga siapa yang selalu mendamba walaupun mustahil adanya.

Sepanjang cerita kolaborasi empat penulis ini, keempat tokoh kunci bercerita dengan sudut pandang masing-masing. Cerita yang diungkapkan adalah pandangan masing-masing tokoh terhadap berbagai macam hal, dan apakah tokoh-tokoh lain mampu sinkron dengan dirinya dan niscaya membangun hubungan saling percaya dan saling berbagi rahasia. Lucunya, rahasia status Pring yang diketahui Gafur, misalnya tak lantas diberitahukan pada Gayatri, dan Gafur malah menegur Pring saja. Tapi Gayatri entah kenapa tidak tahu dan terlalu terbuai untuk mencari tahu jati diri Pring yang sebenarnya. Apakah cinta sungguh membuatnya mabuk kepayang?

Andaikan Gayatri bisa menurunkan sedikit standarnya dan mau menerima pria seperti Arga, misalnya, mungkin dia takkan jadi korban dan terjebak dalam kepalsuan. Andai Pring lebih menghargai kesakralan pernikahan daripada hasrat pribadinya sendiri, mungkin dia bakal lebih sabar menghadapi istrinya, Indah dan tak terlalu mudah terbuai pesona kepribadian Gayatri. Kalau tentang Dira, saya tak mau berandai-andai karena sikap dan cara berpikirnyalah yang membuat dia menjadi antagonis dan pemicu salah satu konflik klimaks dalam novel ini.

Hasil akhir dan kesimpulannya sangat sesuai dengan sinopsis. Ada orang yang seharusnya merasa beruntung bisa menghabiskan hidupnya dengan satu orang yang dicintai dan mencintainya, tapi malah dibutakan hasratnya sendiri hingga ia hampir saja kehilangan keberuntungannya itu. Ada yang sudah bertekad menyerahkan hatinya pada satu orang saja, tapi tak cukup beruntung. Ada yang mencoba berkali-kali ke beberapa orang tapi selalu gagal menjalin hubungan lebih dekat atau tetap di “friend zone” saja. Ada pula yang entah standarnya terlalu tinggi, idealis atau menganggap dirinya sendiri beda, jadi sulit menemukan orang yang tepat untuk menjaga hatinya hingga akhir hayat, lingkup pilihannya terlalu sempit, selalu bertemu dengan orang yang salah dan kurang beruntung dalam hal jodoh.

Ending novel “4 Musim Cinta” ini tidak terlalu konklusif dan lumayan wajar menurut hati lapang dan akal sehat. Bisa jadi ini terjadi pula pada kebanyakan orang di sekitar kita. Namun karena ini adalah akibat dari interaksi 4 orang yang bersahabat erat, kesannya jadi cukup unik khususnya bagi saya yang notabene bukan penikmat besar novel-novel genre romance.

Majulah terus, akan ada hujan setelah kemarau
Akan ada bunga musim semi setelah salju musim dingin
Semoga bunga cinta yang merekah di musim semi
Dapat berbuah dan menebar benih pada waktunya
Sebelum akhirnya layu, gugur dan meranggas
Saat musim gugur dan musim dingin tiba lagi

Sunday, September 14, 2014

VadisReview: Rahasia Hujan - Adham T. Fusama





VadisReview by Andry Chang

Rahasia Hujan
Penulis: Adham T. Fusama
Genre: Novel Teenlit-Thriller
Penerbit: Moka Media (www.mokamedia.net), 2014

Format: Paperback, 272 halaman, 12,7 x 19 cm
Penyunting: J. Fisca
Penata Letak: Indarto Widhi Putranto & J. Fisca
Pendesain Sampul: Fahmi Fauzi
ISBN: 979-795-857-4

Sinopsis:
Sekolah Pandu kedatangan murid baru dari Jepang, seorang anak pendiam yang misterius. Sebagai teman sebangku, Pandu merasa harus bersikap ramah, meski Anggi—si murid baru—terus bersikap dingin.

Pada akhirnya, kebaikan hati Pandu membuat Anggi jatuh cinta. Tapi Pandu sudah punya pacar—seorang gadis cantik bernama Nadine. Ketika rasa sayang Anggi berubah menjadi obsesi berbahaya, Pandu dan teman-temannya terseret ke dalam sebuah permainan mengerikan.

Dan, Pandu harus bertaruh nyawa demi kebebasannya.

"Sebab demi bersamamu, akan kulakukan segalanya…."

***

“Meski menggunakan bahasa yang ringan khas remaja, kegelisahan dan ketegangan di novel ini dibangun dengan elegan hingga mencapai klimaksnya. Novel yang cocok bagi penggemar cerita remaja dan suspense-thriller.”
—Muhamad Rivai (@rivaimuhamad), penulis antologi Setelah Gelap Datang dan salah satu penulis antologi Cerita Horor Kota.

“Jalinan kisahnya di luar dugaan! Apa yang semula manis berubah mencekam lewat klimaksnya yang dibangun secara perlahan namun matang.”
—Paulus Lulut Yunar Ladiarsa(@Loe2Tea), Deputy Editor Cinemags Magazine.

“Jangan baca di malam hari apalagi saat sendirian. Dan, berhati-hatilah dengan temanmu sendiri!”
—Langit Amaravati(@LangitAmaravati), Cyberpsycholog & Selected Writer Ubud Writers and Readers 2013.

Rahasia si Penghenti Hujan
Entah kapan dan di mana, saya pernah membaca bahwa psikopat adalah orang yang melakukan dosa atau kesalahan, namun sama sekali tak merasa berdosa atau bersalah. Di tingkat paling ekstrim, dosa yang ia lakukan itu bisa jadi pembunuhan, bahkan pembantaian sadis dan berantai. Suara nurani bahkan tak ia pedulikan lagi. Dan semua itu dilakukan dengan entengnya seolah-olah sedang berjalan-jalan di taman. 

Bedakan dengan fanatisme ekstrim, yang menghalalkan segala cara demi meraih “kebenaran tertinggi”. Salah satu pemicu perilaku psikopat ini adalah obsesi yang berlebihan, sedangkan akar penyebab semua itu cukup beragam. 

Dalam novel thriller “Rahasia Hujan” ini, Adham T. Fusama sebagai penulis menunjukkan salah satu contoh perilaku psikopat yang cukup realistis, bahkan cenderung “umum”. Di permukaan, si psikopat tampak amat normal dan cenderung “cool”. Baik pembaca maupun para tokoh lain dalam kisah ini, termasuk Pandu, si tokoh utama dibuat sama sekali tak menduga, tak rela dan tak percaya bahwa tokoh Anggi, siswi pindahan dari Jepang itu psikopat. Padahal, sejak melihat cover depan di awal dan membaca sinopsis di cover belakang, pembaca sudah menduga ada yang “tak beres” dengan Anggi. 

Saat plot digali lebih dalam, bab demi bab, sedikit demi sedikit mulai terkuak misteri di balik tokoh Anggi, si “gadis biasa” itu. Lambat tapi pasti, sisi-sisi positif diperkenalkan, yaitu “gadis cantik yang cerdas” – “banyak bakat kecuali olahraga” sampai “memiliki gaya hidup impian tiap remaja”. Namun, juga ada sisi-sisi negatif yang agak “menjurus”, yaitu kegemaran Anggi menggambar, menonton film horor dan thriller. Mungkin jelas salah satu tokoh yang paling ia sukai adalah salah satu psikopat juara sepanjang zaman, yaitu Hannibal Lecter dari film “Silence of the Lambs”. 

Pertama kali saya lihat teru-teru bozu, dikenalkan bro Ikkyu San.

Iseng tebak-tebak buah manggis, mungkin ide awal Adham muncul saat mengamati sosok boneka teru-teru bozu, boneka takhayul dari Jepang yang selalu digantung di bagian “leher”-nya (en.wikipedia.org/wiki/Teru_teru_bozu). Setelah bertanya-tanya mengapa demikian dan melakukan survei secukupnya, muncullah ide untuk mengkombinasikannya dengan nuansa thriller. Sebenarnya, cukup mengekspos teru-teru bozu saja semua pembaca sudah cukup dibuat penasaran seberapa jauh tindakan psikopatik Anggi nantinya. Mungkin juga “petunjuk-petunjuk menjurus psikopat” lain sengaja ditambahkan untuk memancing kecurigaan salah seorang tokoh, yaitu Mamet, yang salah memahami perilaku psikopat sebagai sesuatu yang tampak jelas dari luar. 

Dari plot yang nampaknya biasa-biasa saja, seperti teenlit atau sinetron percintaan remaja, secara bertahap, setingkat demi setingkat plot menanjak menjadi prankster (mengerjai orang) hingga mencapai klimaksnya, yaitu thriller, “permainan mengerikan” yang amat mengejutkan, mendadak dan menghentak. Mungkin sebagian pembaca merasa kurang nyaman dengan penguraian bertahap yang terkesan lamban. Beberapa interaksi dalam tiap bab terkesan “numpang lewat”, padahal memuat fakta penting tentang hubungan setiap tokohnya. Juga berhubungan erat dengan apakah itu akan memicu tindakan psikopatik atau tidak, semacam tarik-ulur saat memancing ikan.

Yang jelas, saya sendiri merasa Adham sebagai penulis menggunakan semacam teknik untuk “menyihir” pembaca, menguji kesabaran mereka yang mencari thriller dalam sisipan teenlit padahal itu adalah klimaks, lalu ditutup dengan beberapa bab kesimpulan untuk menyampaikan pesan-pesan moral dan perubahan yang terjadi akibat thriller itu. 

Tentunya rangakaian “teka-teki” semacam Kotak Pandora atau Rubik itu perlu pula disimak. Para protagonis jelas telah melakukan usaha untuk mencegah “thriller” terjadi, namun si antagonis yang rupanya telah mempersiapkan segalanya dengan matang keburu bertindak. “Kengerian” terjadilah, jadi tinggal satu hal yang bisa dilakukan Pandu, si protagonis utama, yaitu “bertaruh nyawa demi kebabasannya,” dan perlu saya tambahkan, dengan cara menghentikan si antagonis. Caranya secara rinci? Silakan anda ungkap sendiri dengan membeli dan membaca novel ini. 

Dari segi karakter, pendalaman karakter Anggi, pengembangan karakter Pandu dan perubahan cukup dramatis pada diri karakter Mamet dan banyak lainnya akibat “Rahasia Hujan” ini patut disimak. Namun, saya sendiri juga berhasil dibuat berpikir, apa harus, apa perlu ada kejadian ekstrim dan orang-orang yang berperilaku ekstrim supaya terjadi perubahan yang signifikan dalam masyarakat? Kenyataannya, kesadaran masyarakat umumnya tak timbul dengan sendirinya. Bahkan, walau terjadi satu-dua kejadian ekstrim, begitu “gaung”-nya menghilang, masyarakat kembali lupa dan berbalik lagi melakuan kesalahan-kesalahan lama yang sama. 

Pendalaman agama dan pemberian kasih sayang yang disajikan sebagai sesuatu yang menyenangkan, menarik dan menggairahkan secara berkesinambungan bisa jadi solusi untuk membawa perubahan positif dalam budaya masyarakat, dan harap saja, jadi vaksin yang mencegah pola pikir psikopat. 

Kesimpulannya, salut untuk Adham yang cukup berhasil “menyihir” pembaca lewat karya thriller berselubung teenlit ini. Sedikit saran, mungkin plotnya bisa “diperhalus” dengan menghilangkan atau mengganti petunjuk-petunjuk yang terlalu “menjurus”. Contohnya, mengganti gambar-gambar seram dengan gambar orang, benda atau tempat yang melulu diguyur hujan. Juga, untuk “mengelabui” calon pembeli, diberikan kontradiksi antara desain cover teru-teru bozu di tengah hujan yang digantung di atas pohon, tanpa efek darah, warna cover cerah atau bernuansa biru dengan tetap mencantumkan “Sebuah Novel Thriller” di atasnya. 


Akhir kata, melengkapi nuansa takhayul Jepang di novel bersetting Indonesia ini, biarkanlah saya menembang,

Teru-teru bozu, teru bozu
Buatlah esok hari yang cerah
Seperti langit di mimpi
Jika besok cerah, aku akan memberikan bel emas

Tapi bila tidak, biarlah kau terus tergantung di sana, menurunkan hujan darah. 

***

Keterangan lebih lanjut tentang novel ini serta review-review lainnya dapat disimak di link Goodreads.com ini: http://www.goodreads.com/book/show/22715934-rahasia-hujan

Friday, March 02, 2012

Ther Melian - Discord

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Science Fiction & Fantasy
Author:Shienny M. S.
THER MELIAN – Discord

Penulis: Shienny M.S.

Penerbit: Elex Media Komputindo, 19 Oktober 2011

Format: Paperback, 522 halaman

ISBN13: 9786020012278

Website Resmi Ther Melian: http://www.thermelian.co.cc

---------------------------

“Now the chess pieces are in place, let the game of DISCORD begin!”

Kini, setelah semua bidak masuk formasi, inilah saat memuncaknya PERTENTANGAN.

Tebak-tebak buah manggis Sang Musafir ternyata cukup jitu kali ini, walau tak sepenuhnya. Seri TM yang satu ini benar-benar penuh aksi, lebih banyak kadarnya daripada Revelation dan Chronicle. Perang, kehancuran, pertarungan lebih dahsyat disertai deskripsi blow-by-blow yang lebih canggih dan cerdas.

Tak hanya itu, Shienny a.k.a. Calista Sang Dewi Pencipta tetap konsisten dengan unsur utama TM: karakter-karakter pengundang fans yang berinteraksi dalam konflik di antara mereka, yang berhasil menggugah perasaan Sang Musafir dan para pembaca lainnya. Cinta, kasih sayang yang hilang dan hadir, kenyataan yang mendera jiwa, dan lain-lainnya bisa ditemukan di sini. Nggak cuma serunya aja, cuy!

Jadilah si penjelajah antar dunia ini keasyikan berlama-lama di ujung-ujung timur Benua Ther Melian yang didominasi padang pasir dan gua ini.

Karakterisasi:

Hal paling penting untuk dicatat, Sang Musafir mengacungkan jempol, salut pada “keberanian” Dewi Calista “menghilangkan” karakter-karakter yang sudah dibentuk, diukir dengan indahnya bahkan lumayan bisa menjaring fan-base.

Jadi, para pembaca dibuat tak menyangka, bahkan merasa “tak rela” karakter tersebut lenyap. Sang Musafir sendiri sempat “kecele”. Satu karakter favoritnya yang diperkirakan masih melenggang sampai buku 4 ternyata “keok”. Satu lagi tokoh yang rambutnya paling indah menurut beliau nasibnya juga tak jelas. Tapi perkiraan beliau tepat untuk satu tokoh lagi yang terkesan cukup “expendable” dan cepat atau lambat pasti lenyap untuk menambah nilai emosional serial ini.

Penambahan karakter hanya sebagai peran pembantu (NFC – Non-Fighting Character). Yang ada adalah “pemangkasan”. Inilah saatnya “hancur-hancuran”. Discord time!

Plot dan Nilai Tambah:

Soal plot, isi cerita Discord teknisnya adalah usaha untuk “melengkapi puzzle”, menuntaskan tiga bagian yang tersisa dari “ketujuh kunci” jawaban. Tentunya plot ini sudah ditata sedemikian rupa hingga tak terkesan “kejar tayang”.

Di ujung babak ini, Sang Musafir dibuat tertegun dan bertanya-tanya. Mengapa para Aether terkesan mendukung kelompok Valdy? Apakah agenda mereka yang sesungguhnya demi masa depan – berdasarkan masa lalu Ther Melian? Apakah mereka benar-benar “putih”?

Perlu beliau tekankan sekali lagi, salah satu nilai fenomenal serial TM ini adalah tokoh-tokoh antagonis yang punya fan base sendiri yang bersimpati pada nilai dan tujuan mulia yang mereka anut dan membenci tindakan-tindakan mereka yang menghalalkan segala cara untuk meraih cita-cita tersebut.

Dalam cerita, bahkan membuat para Aether dan beberapa tokoh yang semula netral atau menentang jadi simpati, dan akhirnya sadar bahwa tujuan mereka itu “benar”, hanya caranya saja yang “salah”. Contoh si Valdy, yang membuat Sang Musafir ingin menjitak kepalanya keras2 supaya sadar (sayang dia terlalu keras kepala) atau berbagi makan Caesar Salad dan minum sarsaparila bersama dia. Bahkan ada fans yang sudah menyumpahi Valdy jangan mati, cukup jadi perjaka tua nan abadi saja, biar tau rasa!

Prediksi:

Prediksi Sang Musafir (yang sampai detik ini belum baca Genesis):

Segalanya akan mencapai klimaks di buku 4. Pertempuran, drama, dahsyatnya penghancuran serta kelahiran kembali (Genesis).
Pemandangan yang berbau “spoiler” di cover Genesis mungkin akan berbeda dari “kenyataan” (harap saja Sang Musafir salah untuk yang ini).
Makin banyak karakter favorit yang berguguran, baik di pihak “status quo” ataupun “revolusioner”. Hingga di akhir serial, maksimal 40 persen dari roster di awal Discord saja yang belum “pindah dunia”.
Solusi dari Leidz Thydia untuk Ther Melian jadi kenyataan, jadi “Genesis” dalam artian yang global. Sebuah zaman baru.
Secara keseluruhan, akan terjadi happy ending. Secara pribadi, Very akan kehilangan segalanya, kecuali satu hal yang paling berharga yang akan ia dapatkan sebagai gantinya. Inilah antitesis dari prinsipnya di “Revelation”.

Kesimpulan:

Dengan lapang dada Sang Musafir mengakui, Tetralogi Ther Melian adalah sebuah fenomena dalam ranah Fiksi Fantasi Indonesia. Empat serial novel fantasi terbit dalam kurun waktu kurang-lebih satu tahun, belum pernah terjadi di negeri ini, dengan catatan itu belum termasuk waktu yang dihabiskan Shienny untuk menuliskannya, yang tak ingin Sang Musafir ekspos di sini.

Nilai tambah utama yang membuat serial ini wajib dikoleksi, dibaca dan dinikmati adalah keindahan dari para tokohnya dan jalinan hubungan dan konflik di antara mereka.

Sukses untuk Shienny, tunggulah review finale Sang Musafir untuk Ther Melian - Genesis.


Ther Melian - Core of Discord Artwork by: Shienny M.S.

Valdy's Faction: Laruen, Karth, Izahra, Eizen, Valadin, Ellanese

Vrey's Faction: Ashca, Desna, Rion, Feyn, Leighton, Vrey

Sinopsis:

Dengan bantuan Izahra, Valadin dan teman-temannya berhasil melarikan diri. Tidak hanya itu, mereka juga mengobarkan pertempuran di Kota Kuil demi merebut kembali Relik Elemental.

Sementara itu, Vrey menemukan alasan di balik pengabaian Reuven-ayahnya-delapan belas tahun yang lalu. Namun jawaban yang ditemukannya justru menorehkan luka yang lebih dalam dan membuat perasaannya semakin hancur.

Tapi ketika peperangan yang disulut oleh Valadin dan teman-temannya pecah di hadapan Vrey, mau tak mau dia harus bangkit untuk bertarung, melawan Valadin. Dan mereka harus kembali saling berhadapan, memperjuangkan apa yang menurut mereka benar.

Kali ini, tak ada lagi senyum ramah dan kehangatan di wajah Valadin. Yang tersisa hanya rasa sakit dan kekecewaan yang teramat mendalam. Kali ini, Valadin tak ragu lagi menyakiti Vrey, seperti Vrey telah menyakitinya.

Dan saat Vrey mengetahui apa yang diperbuat kelompok Valadin pada Leighton, PERTENTANGAN di antara mereka mencapai puncaknya!


Daftar Roster Ther Melian di Fantasindo: Lihat di sini

Review Sang Musafir untuk Ther Melian:

Ther Melian – Revelation

Ther Melian – Chronicle

Ther Melian – Discord

Ther Melian – Genesis

Popular Posts